Peringati Hari Kartini, Puskesmas Panimbang Gelar Pengobatan Gratis Deteksi Kanker Serviks


Salah satu warga saat hendak berobat gratis deteksi kanker serviks, di Puskesmas Panimbang, Selasa (21/04/2015) .

KRAKATAURADIO.COM, PANIMBANG - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Panimbang, Kabupaten Pandeglang, bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis deteksi dini untuk kanker serviks di Puskesmas Panimbang, Selasa (21/04/2015).

Kepala Puskesmas Panimbang, H. Endang Mulyadi mengatakan, pengobatan ini bertujuan mengajak perempuan di Panimbang untuk lebih waspada terhadap kanker pembunuh nomor satu ini selain kanker payudara.

"Kami sangat senang dapat bersinergi dengan BPJS untuk program pengobatan deteksi dini kanker serviks ini. Tindakan preventif memang perlu dilakukan sebab kanker serviks telah menjadi bahaya nyata bagi para perempuan. Dari 1.400 perempuan, ada 1 orang yang kena kanker ini," katanya saat ditemui diruangannya.

H. Endang menjelaskan, sebanyak 30 ibu rumah tangga yang sudah menikah dan merupakan anggota BPJS, diperiksa secara gratis. Menurutnya, pemeriksaan dilakukan melalui Inspeksi Visualisasi Asetat (IVA), yaitu pemeriksaan dengan fisual untuk mendekteksi dini akan gejala kanker rahim.

“Dengan pemeriksaan ini, akan ditemukan gejalanya dan akan diminimalisir. Pencegahan ini dilakukan karena untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, karena jika sudah terkena gejala, pengobatannya akan susah. Sementara pemeriksaan ini terbilang cepat, murah dan akurat,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan serupa juga dilakukan di 2 Puskesmas lainnya di Pandeglang, yakni di Puskesmas Cimanuk dan Picung. 3 Puskesmas tersebut, tambah dia, sudah bisa melakukan pemeriksaan, karena dokter dan bidan serta tenaga kesehatannya yang sudah terlatih dan ketersediaan alat.

Selain itu, lanjut dia, tujuan utama dari program ini justru ingin menjadikan kanker
serviks sebagai sebuah isu di masyarakat. Dengan demikian, pihaknya berharap masyarakat lebih peduli dan aktif dalam melakukan pemeriksaan rutin di pusat kesehatan terdekat.

“Kita sengaja melakukan kegiatan ini di moment kartini, karena korbannya perempuan.  Juga masih rendahnya masyarakat melakukan pemeriksaan karena keterbatasan wawasan, takut biaya mahal dan budaya adat masyarakat setempat," tutupnya. (Mudofar/937)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.