» » Slank Pesta Pora di Atambua

Atambua - Sore hari di Atambua, Selasa (31/5/2016) pemandangan tak seperti biasanya. Warga setempat bergerak lain dan 'aneh'.

Sejak pukul 15.00 WITA, sepanjang jalan menuju tengah kota yaitu Lapangan Umum Simpang Lima toko-toko tutup lebih cepat. Berbondong-bondong orang berjalan kaki.

Para pengendara sepeda motor berboncengan bersama sanak-keluarga. Mobil-mobil pun mendadak memadati jalanan yang tidak pernah macet bertahun-tahun lamanya.

Hujan yang baru reda menyisakan sedikit genangan dan cuaca dingin. Tapi hal itu sama sekali tidak sedikitpun memadamkan api semangat dalam dada.

Warga Atambua bergerak atas satu semangat yang sama sore tadi. Atas nama 'haus' akan hiburan, mereka menyiapkan jiwa dan raga untuk satu sosok idola, Slank.

Bertajuk 'Konser Indonesia Perbatasan: Membangun Indonesia dari Perbatasan', Slank untuk pertama kalinya berpesta di Atambua. Ibukota Kabupaten Belu, sekaligus kota perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.

Kaka, Bimbim, Ridho dan Ivanka menghadapi puluhan ribu manusia yang tumpah-ruah dari berbagai penjuru. Bukan cuma Slankers--sebutan pengemarnya--tapi juga masyarakat umum, pria-wanita, tua-muda, anak-anak hingga orang dewasa.

Setelah membuat bulu kuduk berdiri karena menyanyikan secara massal lagu kebangsaan 'Indonesia Raya', Slank langsung menghajar Atambua dengan rangkaian lagu bernuansa mars patriotik berjudul 'Mars Slankers', 'Lo Harus Grak', 'Maju Tak Gentar', 'Jurustandur' dan 'Garuda Pancasila'.

Kibaran bendera berlogo Slank semakin tinggi dan menjadi-jadi. Langit Atambua yang cerah berawan menjadi saksi bisu lagu-lagu pamungkas macam 'I Miss U But I Hate U', 'Virus', 'Seperti Para Koruptor' juga 'Mawar Merah'. Dari sudut kanan dan kiri panggung, terlihat siraman air petugas Damkar yang membuat semua penonton basah.

"Kalau perempuan itu jujur, pasti suaminya akan jadi orang baik. Pria besar, karena ada perempuan hebat di rumahnya," sapa Bimbim sebelum memulai lagu anyar dari album terbaru 'Restart Hati' berjudul 'Halal'.

Tidak surut juga antusias penonton meski matahari tak lagi menampakkan diri. Kilauan lampu panggung menyinari mereka yang tak henti bergoyang mengikuti irama. Raut wajahnya jelas menunjukkan emosi yang begitu memuncak.

Bukan tanpa alasan, Atambua terakhir kali mendapat hiburan akbar 2012 lalu saat d'Masiv bertandang. Pada 2002, grup rock lawas Boomerang pernah beraksi, disusul Jamrud tahun 2006. Jadi, ketika warga Atambua menggila, bukan salah mereka.

Dari bendera-bendera yang berkibar, tampak juga Slankers Timor Leste yang menghadiri konser produksi Rajawali Indonesia Communication dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia itu. Tidak ada lagi ketegangan, semua melebur menjadi satu selayaknya jargon Slank, PLUR (Peace, Love United and Respect).
Bimbim beranjak dari kursinya untuk memimpin lagu 'Bidadari Penyelamat dan 'Indonesiakan Una' bersama musisi tradisional setempat. Berturut-turut ada 'Tong Kosong', 'Maafkan', 'When U'r Feeling Lonely, 'Samber Gledex', 'Kupu Liarku', 'Jinna', 'Lembah Baliem' 'Ku Tak Bisa' dan 'Bang-bang Tut'. Semua bait lirik dinyanyikan dengan sempurna oleh puluhan ribu orang.

Lagu sakral 'Terlalu Manis' terdengar sangat khidmat. Tanah Atambua bergetar sembari menikmati haru-biru perasaan yang meluap-luap.

Tidak ada jeda untuk encore, Slank menghabisi pesta pora selama kurang lebih dua jam dan 23 lagu itu. Dua lagu terakhir, 'Kamu Harus Pulang' dan 'Ngeslank Rame2' menjadi penutup setelah ritual Kaka mengabsen siapa saja tamu kehormatannya.

"Terima kasih untuk Slankers Rote, Alor, Adonara, Perbatasan, Dili, Timor Leste, Kupang, Lamongan. Peace," teriaknya nyaring dan melengking. Empat personel Slank maju ke depan dan memberi penghormatan terakhir.
Untuk kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan atau Makssar, konser Slank tentu adalah biasa. Tapi bagi Atambua dan sekitarnya, kehadiran Slank pasti menjadi buah bibir dalam waktu lama.

Dan, Atambua, kalian memang terlalu manis untuk dilupakan.


(mif/ron)

About Krakatau Radio 93.7 FM

Terimakasih telah berkunjung di Krakatau Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply