Saat Siswa SD “Terpaksa” Melewati Arus Banjir



4 Siswa SD di Kecamatan Patia berhenti sejenak saat hendak pulang dan melihat genangan banjir menuju rumah mereka, Jumat (10/02/2017).

KRAKATAURADIO.COM, PATIA - Sekitar puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Patia, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, terpaksa harus melewati genangan banjir saat mereka hendak pulang selepas sekolah, Jumat (10/02/2017). Padahal, genangan air yang menghalangi mereka cukup tinggi.


Hal ini bermula saat para siswa ini hendak pulang kerumahnya. Namun, perjalanan mereka harus berhenti lantaran jalan menuju arah pulang tergenangi air banjir setinggi perut orang dewasa.

Mereka nampak kebingungan, karena tidak nampak ada perahu karet yang biasanya membantu mengantarkan warga atau untuk proses evakuasi. Mereka hanya bermodalkan payung karena cuaca saat itu tengah hujan.

Butuh waktu lama bagi para siswa ini untuk mengambil keputusan, lantaran jika harus memutar, akses jalan yang ditempuh lumayan jauh. Belum lagi kondisi jalan alternatif lainnya dalam kondisi becek.

Saat mereka tengah berdiskusi, datang 2 orang temannya tanpa menggunakan payung. Tanpa pikir panjang, kedua orang temannya itu langsung menaikkan celananya sampai ke paha dan menerobos genangan air.

“Udah jalan aja langsung,” katanya.

Melihat 2 orang temannya berjalan dalam genangan air, keempat siswa akhirnya terpaksa mengikuti dari belakang. Namun, tidak sampai beberapa meter, mereka memutuskan kembali ke tempat semula.


Ternyata, mereka membuka baju seragamnya untuk ditukar dengan kaos yang mereka bawa didalam tas. Alasan mereka membawa kaos lainnya, untuk mengantisipasi jika terjadi hujan dan tidak ingin baju seragam mereka menjadi basah karena besok mereka harus menggunakan baju seragam yang sama.

Setelah memasukan baju seragam dan payung kedalam tas, mereka menerobos genangan banjir dengan menenteng tas diatas kepala mereka. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.