Awas! Ini Akibat Menyeramkan Konsumsi Obat Dumolid Berlebihan

Nama obat yang satu ini jadi gencar dicari sejak pasangan selebriti Tora Sudiro dan Mieke Amalia ditahan oleh Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan karena diduga memiliki obat-obatan terlarang. Dilansir oleh KapanLagi.com (3/8), pihak kepolisian menjelaskan bahwa pasangan ini menyimpan obat penenang berjenis dumolid.

Lalu, apa sih dumolid itu Ladies? Dumolid ini sebenarnya bukan termasuk golongan narkoba. Seperti yang dilansir oleh  hellosehat, dumolid sendiri adalah nama merek dari nitrazepam 5 mg yang termasuk ke dalam kelas obat Benzodiazepin atau obat penenang. Obat ini digunakan untuk mengobati insomnia, kejang-kejang, depresi hingga gangguan kecemasan untuk terapi jangka pendek. 

Mengonsumsi obat ini akan membuat pasien merasakan efek relaksasi dan ketenangan. Sayangnya obat ini juga dapat menimbulkan efek ketergantungan yang sangat tinggi. Karena itulah dumolid masuk ke dalam psikotropika golongan IV. Artinya adalah, obat-obatan ini hanya bisa dikeluarkan dengan resep dokter saja. 

Apa saja jika dikonsumsi secara berlebihan memang tak baik Ladies. Begitu pula dengan obat ini. Jika dikonsumsi sembarangan tanpa resep dari dokter obat ini bisa memberikan efek yang cukup berbahaya. Semua obat penenang adalah adiktif dan berbahaya. Semakin lama memakai obat ini, semakin sering kamu akan membutuhkannya. Tubuh pun akan membangun toleransi terhadap efek samping obat ini, yang tentunya akan membuatmu semakin tergantung kepada obat ini.

Dampak berbahayanya jika dikonsumsi terlalu lama adalah akan menimbulkan kecemasan yang bisa berujung kepada depresi. Selain itu pasien juga bisa merasakan gejala depersonalisasi yakni adalah perasaan ketika sang pengguna merasa terpisah dengan dunia nyata. Jika sudah ketergantungan, obat ini bisa mengakibatkan gejala sakau, bahkan sampai kejang-kejang jika tak dikonsumsi. Jika digunakan dengan obat lain atau alkohol obat ini berisiko mengakibatkan koma atau bahkan kematian.

Karena itulah sangat penting bagi siapa saja untuk mengetahui efek berbahaya dari suatu obat. Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui dosis yang dibutuhkan agar tak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.