Bupati Surati Sejumlah Kementerian Untuk Segera Bangun Hunian Sementara

Menteri BUMN, Rini Soemarno didampingi Bupati Pandeglang, Irna Narulita, saat meninjau lokasi terdampak bencana tsunami di Kecamatan Sumur, Sabtu (29/12/2018).
KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyatakan, pihaknya telah mengirim surat ke sejumlah Kementerian Republik Indonesia (RI) untuk segera membangun hunian sementara bagi warganya yang tidak mempunyai tempat tinggal karena diterjang tsunami Selat Sunda.

“Tadi ibu sudah buat konsep surat untuk ke Menteri Koordinator PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) cc nya ke Menteri Sosial, Menteri PU, Menteri Kesehatan untuk membangun segera rumah hunian sementara,” ujar Irna, Minggu (30/12).

Dijelaskannya, Pemkab Pandeglang telah mendata jumlah warga yang rumahnya hancur atau rusak berat dan rusak ringan akibat diterjang tsunami. Untuk sementara ini, lanjutnya, Pemkab telah menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai hunian sementara untuk korban yang ada di Kecamatan Sumur.

“Yang sudah kami siapkan tadi sementara (Kecamatan) sumur sudah ada. Jumlah yang rusak ringan rusak berat lalu lahannya yang sudah disiapkan di titik mana. Terus juga perjanjian antar pemerintah dengan si pemilik lahan yang mau dipinjamkan,” jelasnya.


Dengan telah mengirim surat, diharapkan pihak Kementerian dapat segera merespon dan menindaklanjuti dengan membangun rumah hunian sementara yang ditujukan bagi warga yang tidak mempunyai tempat tinggal.

“Jadi kami mohon dengan atas dasar surat saya ini kementerian terkait bisa segera turun. Karena kalau saya sudah bersurat tanggal 2 atau 3 Januari kementerian BUMN mau membangun hunian sementara di Sumur. Lalu BNPB mau bangun hunian sementara dimana, Carita. Berbagilah mereka,” tambahnya.

Adapun rumah hunian sementara itu, kata Irna, jenis rumah type 21 yang akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti jalur evakuasi, fasilitas sosial dan fasilitas umum.

“Rumah hunian sementara itu kaya type 21 ya, gak masalah lah. Kita juga buka tangga evakuasi, jalan evakuasi disitu, lalu juga sanitasinya, air bersihnya, lalu juga fasos fasumnya, ada masjid, ada madrasah jadi kita lihat nanti,” imbuh dia. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.