Bukan Cuma BLT Dana Desa, Ini 3 Bantuan Lain yang akan Dicairkan Pemerintah

Ilustrasi.
KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, saat ini Pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Sosial (Dinsos) tengah melakukan pendataan dan validasi data terkait bantuan yang akan diberikan pemerintah selama masa pandemi virus corona (Covid-19).

“Dinas sosial diperintahkan untuk mendata juga untuk mendapatkan bantuan, sama BLT juga dari Kemensos, sasarannya hampir sama juga (dengan BLT Dana Desa), makanya kami jangan sama aturan dari Kemendes PDTT, Kemensos, tidak boleh dobel. Kan data itu harus valid,” kata Doni, Kamis (30/04).

Pendataan ini sangat penting, kata Doni, agar masyarakat calon penerima manfaat merupakan masyarakat yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah, seperti PKH, BPNT, dan Jamsosratu.

Doni menyebut, bantuan tersebut meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) Rp 600.000 ribu/bulan selama tiga bulan, bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebesar Rp 500.000 ribu/bulan selama 3 bulan, bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang sebesar Rp 500.000/bulan selama tiga bulan, dan BLT DD dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebesar Rp 600.000.

“Tolong sampaikan teman-teman wartawan, bahwa BLT itu bukan hanya dari dana desa, ada nanti dari masing-masing juga ada. Nanti kan tahapan yang saya sampaikan tadi, bahwa BLT itu adalah tahapan terakhir yang memang tidak tercover oleh bantuan-bantuan tadi, (akan tercover) oleh BLT dana desa. Nah data yang tidak tersaring tadi itu nanti akan disampaikan ke desa-desa lewat kecamatan melalui TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan),” terangnya panjang lebar.


Kata dia, setelah bantuan lain sudah tersalurkan nantinya Desa harus melakukan verifikasi ulang untuk mendata apakah warganya belum ada yang menerima bantuan. Jika ada warga yang belum menerima bantuan, maka warga tersebut akan menerima BLT dari Dana Desa.

Yang sudah tersalurkan saat ini, tambah Doni, yakni BLT dari Kemensos dan bantuan sembako dari Pemerintah daerah. Untuk bantuan dari Kemensos, Doni menyebut kuota bantuan tersebut yakni 33 ribu. Namun, menurut Doni, Bupati Pandeglang sudah meminta tambahan kuota bagi Pandeglang sebesar 50 ribu.

“Dari kemensos itu (cair) lewat kantor pos. Setelah itu nanti provinsi lagi finishing lewat BRI, bulan Mei. Nanti setelah itu kan kita bertahap jangan sampai tumpang tindih banyak yang dobel akhirnya kan masyarakat tidak dapat. Kan harus selektif mana yang belum dapat,” imbuh dia.

Sebelumnya Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, saat ini Pemda tengah merampungkan berbagai permasalahan teknis, seperti validasi data dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ganda.

“Mohon kesabarannya karena memang datanya belum valid. Kami sedang validkan dan akan saya sampaikan kepada kementerian sosial agar sedikit memberi kelonggaran di tengah wabah Covid-19 sehingga dengan begitu udah masyarakat sudah menunggu kapan bantuan turun. Tapi memang karena tadi, bulak balik kami memvalidasi data dan memang masih banyak yang kurang. Sudah tiga kali perbaikan tetapi memang dari pemerintah pusat belum bisa menyinkronkan dan belum bisa mengambil keputusan untuk segera dieksekusi,” kata Irna di Kecamatan Carita, Senin (27/04).


Kata Irna, dengan koordinasi yang baik, maka bantuan bagi masyarakat yang terdampak, akan segera diberikan. Untuk itu, ia meminta masyarakat yang sudah didata, agar bersabar.

“Jadi kami mohon ditengah yang tidak normal ini aturan birokrasi dari pemerintah pusat bisa cepat karena dalam kondisi negara yang tidak normal dan masyarakat sudah lapar mohon dibantu oleh pemerintah. Kami yang bertanggungjawab di tingkat bawah yaitu bupati sehingga betul-betul saling koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Mohon semua kesabarannya masyarakat diberikan kemudahan oleh Allah dengan tetap mengikuti instruksi pemerintah,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.