ADSENSE

» » Permainan Anak Tradisional Seru, Yuk Ajak Si Kecil Bermain!




1. Congklak

Permainan satu ini membutuhkan papan congklak dan biji congklak. Permainan satu ini cukup menarik dan mengasah otak. Jumlah lubang dalam papan congklak ada 16, dibagi menjadi 7 lubang kecil dan 2 lubang besar, masing-masing 1 untuk tiap pemain. Kedua lubang besar itu menjadi lubang tujuan.
Ada 49 biji congklak yang harus dibagi ke dalam 14 lubang, sehingga kedua pemain bisa mengisi setiap lubang congklak dengan 7 biji congklak. Pemain pertama akan memilih lubang mana yang mau diambil biji congklaknya, kemudian membagikan biji tersebut satu per satu searah jarum jam sampai bijinya habis. Setelah habis, pemain kedua bisa gantian bermain.
Permainan akan selesai apabila biji congklak di 14 lubang sudah habis, kemudian hitung biji congklak siapa yang paling banyak itulah pemenangnya.

2. Bola Bekel

Ayo, siapa yang dulu sangat jago memainkan bola bekel? Permainan anak tradisional ini biasa dimainkan oleh anak perempuan. Tapi tidak menutup kemungkinan ada juga anak laki-laki yang suka dengan permainan ini.
Cara bermainnya, Moms membutuhkan bola bekel dan biji bekel. Ada lima level dalam permainan bola bekel. Level 1, setelah bola dipantulkan, pemain harus mengambil bekel satu per satu, kemudian dua-dua, tiga-tiga, dan seterusnya hingga bekel diambil keseluruhan secara bersamaan.
Level 2, bekel diubah posisinya ke kiri. Level 3, bekel diubah posisinya ke kanan. Level 4, bekel diubah posisinya jadi telungkup dan level 5, bekel diubah jadi posisi tengah. Pengambilan bekel untuk semua level sama dengan level pertama, yakni satu per satu dulu kemudian dua-dua, tiga-tiga, dan seterusnya.
Mengingatnya lagi, rasanya kok sekarang cukup sulit apabila harus dimainkan ya, Moms?

3. Ular Naga

Ular naga merupakan salah satu permainan anak tradisional yang cukup seru karena harus dimainkan oleh banyak orang, setidaknya 7 anak. Permainan ini disebut ular naga karena nanti anak-anak akan membentuk barisan panjang seperti ular naga.
Dua orang bertugas sebagai penjaga, sedangkan sisanya akan berjalan melewati penjaga. Dua penjaga ini akan berdiri berhadapan dengan tangan saling menggenggam ke atas seperti membentuk terowongan.
Kemudian mereka harus bernyanyi: ular naga panjangnya bukan kepalang, menjalar-jalar selalu kian kemari, umpan yang lezat itulah yang dicari, ini dianya yang terbelakang.
Setelah lagu berhenti, kedua tangan penjaga harus diturunkan untuk “menangkap” anak yang tepat berada di terowongan saat lagu berhenti.
Kemudian, anak yang tertangkap akan ditanya, mau mengikut siapa dari dua penjaga ini. Jika memilih pemain A, maka harus berdiri di belakang pemain A, begitu juga jika memilih pemain B. Pada akhirnya, pemain yang paling sedikit pengikutnya harus mengejar dan berusaha menarik pengikut lawannya untuk keluar barisan.
Permainan ini akan berakhir apabila salah satu penjaga menyerah atau sudah tidak ada pengikutnya sama sekali. Wah, mendebarkan banget ya, Moms!
 4. Lompat Tali
Salah satu permainan anak tradisional yang paling menguras tenaga mungkin adalah lompat tali, Moms. Permainan ini terbuat dari karet gelang muda (berwarna kuning) yang digabungkan dan disusun memanjang.
Biasanya, permainan ini dimainkan oleh anak perempuan, tapi tidak menutup kemungkinan anak laki-laki pun bisa ikut bermain.
Akan ada 2 orang yang bertugas sebagai pemegang tali dan yang lainnya melompati karet. Ketinggian karet dimulai dari pergelangan kaki sampai kepala, bahkan sampai tangan diangkat.
Cara bermainnya, pemain harus melompat tanpa menyentuh karet. Jika pemain menyentuh atau terjerat karet, maka peserta gagal untuk menang dan harus gantian memegang tali.
Apabila semua pemain sudah melewati rintangan sampai level tangan diangkat, permainan akan dimulai lagi dari awal.

5. Engklek

Permainan anak tradisional engklek jadi salah satu permainan legendaris hampir seluruh anak di Indonesia. Meskipun penyebutannya berbeda-beda di tiap daerah, tapi aturannya sama.
Permainan ini bisa dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan, maksimal 5 orang. Cara bermainnya, pemain harus membuat kotak-kotak pada halaman kosong, menggunakan kapur.
Kotaknya bisa berbentuk huruf T, dengan jumlah 3 kotak vertikal, 3 kotak horisontal, 1 kotak vertikal, dan 2 kotak horisontal. Setiap pemain harus melompati kotak-kotak tersebut dengan satu kaki. Jika terjatuh, pemain harus menandai kotak terakhir dengan meletakkan sebuah batu.

6. Gasing

Nah, anak laki-laki zaman dulu pun punya permainan tradisionalfavorit, yaitu gasing atau gangsing. Permainan ini sudah lama ada di Indonesia dan jadi salah satu permainan untuk mengadu kekuatan dan daya tahan gasing.
Gasing umumnya terbuat dari buah berembung kecil atau kelapa. Buahnya tidak terlalu lonjong dan agak bulat sehingga bisa diputar. Buah-buahan ini banyak ditemukan di sepanjang pantai.
Tetapi, ada banyak juga replika gasing yang terbuat dari batang pohon atau bambu.
Bermain gasing haruslah di tempat datar. Moms atau Dads bisa membuat lingkaran di ubin, kemudian aturannya adalah gasing harus berputar di dalam lingkaran. Gasing yang berputar paling lama adalah pemenangnya. Seru, ya?

7. Layangan

Moms, permainan layangan sebenarnya permainan umum yang dimainkan oleh anak-anak di seluruh dunia. Namun, di zaman sekarang mungkin anak-anak sudah sangat jarang bertemu dengan layang-layang.
Biasanya, layangan dimainkan oleh anak-anak dari daerah pedesaan karena di sana masih banyak lapangan terbuka.
Bentuk layangan bervariasi, mulai dari yang sederhana sampai yang heboh. Permainan tradisional satu ini bisa dijadikan ajang kompetisi juga, lho. Tujuan dari permainan ini adalah untuk menerbangkan layang-layang setinggi mungkin dan tak jarang harus melawan layang-layang orang lain.
Bagaimana Moms dengan 7 permainan anak tradisional di atas? Yuk, ajak anak bermain sambil bernostalgia. Coba ajak anggota keluarga lain untuk bermain supaya makin seru.

About 93,7 Krakatau Radio

Terimakasih telah berkunjung di Krakatau Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply