Gubernur Banten Minta Pilkada di Pandeglang Utamakan Protokol Kesehatan

Gubernur Banten, Wahidin Halim saat menggelar Rakor dengan Forkopimda Kabupaten Pandeglang, di Pendopo Bupati, Selasa (29/09/2020).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) meminta gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Pandeglang mengutamakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menurut WH, selama ini Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang telah melakukan berbagai upaya mengatasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami dan menerapkan protokol kesehatan.

 

“Kita tidak tinggal diam, terus berupaya untuk mengatasi persoalan corona. Selama ini banyak yang menilai kita tidak melakukan apapun. Padahal kita sudah mengalokasikan anggaran dan kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujar WH dalam acara Rakor Pilkada di Pendopo Pandeglang, Selasa (29/09).

 

WH mengajak semua instansi dan lembaga terkait untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan dan bahaya Covid-19. Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat diminta untuk mematuhi anjuran protokol kesehatan.

 

WH juga mengungkapkan selama 45 tahun menjadi aparat pemerintah, baru saat ini merasakan Pilkada dalam kondisi yang berbeda.

 

“Pilkada sekarang ditengah pandemi, jadi harus menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

 

Selain itu, WH meminta Pemerintah daerah (Pemda) harus menciptakan kondusifitas Pilkada namun tidak memihak kepada pasangan calon manapun.

 

Sementara, Pjs Bupati Pandeglang, Gunawan Rusmito mengatakan, akan terus melakukan berbagai upaya dan bersinergi dengan semua pihak untuk menyelesaikan persoalan Covid-19 di Pandeglang.

 

Ia mengajak kepada para kepala OPD agar bisa bekerja sama dengan baik agar persoalan ini segera selesai.

 

“Seperti amanah yang diberikan, saya akan fokus menyelesaikan penanganan virus corona dan menjalankan roda pemerintahan, administratif dengan baik. Kita terus berupaya agar Pandeglang bisa terbebas dari virus corona,” katanya.

 

Terkait gelaran Pilkada di tengah pandemi, pihaknya sudah melakukan sejumlah antisipasi seperti pengajuan masker kepada BPBD Banten dari kekurangan yang disediakan BPBD Kabupaten sebanyak 20 persen.

 

“Selain kekurangan masker, antisipasi lainnya seperti kesiapsiagaan bencana juga sudah dilakukan guna lancarnya pilkada Pandeglang. Saya berharap tidak terjadi bencana, tapi kan kita gak tau, jika memang terjadi banjir misalnya, kita sudah berkordinasi dengan BPBD Kabupaten dan Dinas Sosial untuk mencari dataran yang lebih tinggi,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan, sesuai Protokol Kesehatan bahwa masyarakat tanpa masker tidak boleh melakukan pemungutan suara. Hal ini kata dia, sudah ada kesepakatan dalam MOU antara KPU, Bawaslu, Pemkab Pandeglang, Provinsi, Polisi, dan TNI.

 

“Untuk itu kami menekankan kepada tim kampanye paslon juga menyiapkan maker untuk masyarakat tanpa ada logo dari paslon tersebut, guna lancarnya pilkada di Pandeglang 2020,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.