16 Tim Akan Berlaga di Grand Final PUBG Mobile PON XX PAPUA 2021



  Eksibisi Esport Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 telah resmi dibuka, ditandai dengan opening ceremony yang megah pada Selasa, 21 September 2021. 

    Sebagai salah satu cabor esports pada PON XX Papua 2021, PUBG Mobile akan mengantarkan 16 tim yang berhasil lolos ke babak Grand Final untuk memperebutkan gelar juara pada 23-24 September 2021. 

  Ketua SC Eksibisi Esport PON XX Papua, Frengky Ong, mengumumkan dimulainya babak final yang akan menjadi tonggak sejarah baru dan ajang menunjukkan prestasi bagi para talenta esports terbaik Tanah Air.

   Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Pembina PBESI mengajak semua atlet esports untuk tampil maksimal menunjukkan kebolehan mereka dan harumkan nama Indonesia. 

“Kami mencatat revenue industri game di tahun 2019 mencapai 1,3 juta dollar Amerika Serikat dan menjadi 1,8 juta dollar Amerika Serikat di tahun 2020. Naik 33 persen dalam satu tahun," kata Sandiaga Uno.  

"Selain itu pertandingan cabor PUBG Mobile pada tahap Pra-PON berhasil menjadi trending di berbagai platform sosial media, dengan penonton mencapai lebih dari 5 juta di YouTube dan Facebook, peak viewers mencapai 41,920 dan total engagement Facebook 50+ ribu. Sekali lagi membuktikan potensi industri game yang luar biasa dan semakin terakselerasi,” tuturnya menambahkan.

   Mendapatkan animo yang tinggi dari masyarakat, PUBG Mobile sebelumnya mencatat sebanyak 4916 tim yang terdiri dari kurang lebih 19664 atlet di 33 Provinsi seluruh Indonesia, mendaftarkan diri sebagai peserta Eksibisi Esport PON XX Papua. 

   Setelah melewati tahap kualifikasi dan Pra-PON yang berakhir di 14 September lalu, total 16 tim yang terdiri dari provinsi DKI Jakarta, Bali, Maluku, Bengkulu, Riau, Jambi, Kalimantan Barat & Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Banten, Maluku Utara, Kepulauan Bangka Belitung akan melaju ke babak Grand Final yang berlangsung di Jakarta pada 23-24 September 2021. 

   Grand Final PUBG Mobile PON XX PAPUA 2021 akan diselenggarakan secara offline dengan mengikuti protokol kesehatan yang dijaga dengan ketat dan sesuai aturan dari pemerintah.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.