Gunung Anak Krakatau Erupsi Sejak Kemarin Sampai Hari Ini, Ketinggian Abu Vulkanik Capai 2.500 Meter

Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Selasa (28/03/2023).

KRAKATAURADIO.COM, LAMPUNG - Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, erupsi sejak Selasa (28/03) sampai dengan hari ini, Rabu (29/03). Bahkan, ketinggian semburan abu vulkanik pada Selasa mencapai 2.500 meter dari atas puncak.

 

Berdasarkan data yang diambil melalui Magma Indonesia, aplikasi resmi milik Kementerian ESDM, letusan pada Selasa terjadi pukul 12.21 WIB dengan ketinggian 2.500 meter.

 

“Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 74 mm dan durasi ± 2 menit 26 detik. Tidak terdengar suara dentuman,” demikian laporan yang ditulis.

 

Sementara pada Rabu (29/03) pukul 00:41 WIB, terjadi erupsi kembali dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak atau 757 meter di atas permukaan laut.

 

Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi kurang lebih 25 detik. Tidak terdengar suara dentuman dan teramati sinar api tinggi 100 meter.

 

Baca: Pemkab Pandeglang Santuni Anak Yatim dan Serahkan Bantuan di Safari Ramadan

 

Baca: Forkopimda Pandeglang Borong Dagangan UMKM dan Bagikan ke Masyarakat

 

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api periode pengamatan Rabu (29/03) pukul 00:00 sampai 06:00 WIB, secara visual GAK terpantau jelas terlihat. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 25-200 m di atas puncak kawah.

 

Teramati pula sebanyak 2 kali letusan dengan tinggi 300-600 m dan warna asap hitam, dengan sinar api tinggi 25 sampai 200 meter. Tidak terdengar suara dentuman.

 

Aktivitas kegempaan juga dilaporkan sebanyak 2 kali letusan dengan amplitudo 38-70 mm, durasi 25-38 detik.

 

Saat ini GAK berada pada status level III atau siaga dengan rekomendasi masyarakat, pengunjung, wisatawan, atau pendaki tidak mendekati GAK atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.