Musisi Indonesia Yang Pernah Dicekal





Perkembangan musik Indonesia sangat pesat. Jika kita tengok di masa lalu kita tak kalah dengan musisi luar negeri. Industri ini terbentuk dengan rapi walau masih belum tertata.

Musik yang merupakan ekspresi kebebasan dalam berkarya juga sempat mengalami represi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. tercatat ada momen kelam penting yang menghiasi sejarah musik Indonesia.

Tercatat dari tahun 60-an hingga saat ini banyak peristiwa yang dialami oleh musisi atau band. Mereka harus menghadapi pencekalan atas karya yang mereka tunjukkan. bahkan mereka harus membayar mahal dengan masuk penjara.

1. Koes Plus

Memainkan musik di akhir tahun 60-an dalah sebuah perbuatan makarterhadap negara. Pemerintahan Soekarno yang saat itu melarang adanya invasi budaya barat. Bahkan pria yang berambut gondrong dan berpenampilan ala hippies harus ditangkap dan memotong rambutnya.

Di tengah masa sulit tersebut tak membuat surut pemuda asal Tuban ini dalam memainkan musik pop dan rock n roll. Kenekatan ini membuat mereka akhirnya ditangkap dan dituduh mewakili aliran politik kapitalis dan dianggap meracuni pemuda dengan lagu-lagu The Beatles yang mereka mainkan. Sebuah tuduhan yang mengada-ada dan tanpa dasar hukum yang kuat.

Koes Plus pun akhirnya dibebaskan tanpa alasan jelas sebelum meletus peristiwa G 20 S-PKI.

2. D'Lloyd

Pergantian pemerintahan dari Soekarno ke Soeharto ternyata tak menguntungkan bagi musisi saat itu. Kebebasan mereka untuk mengungkapkan lagu masih dibatasi

Grup band D'Lloyd pun merasakan bagaimana dia harus berhadapan dengan pihak berwajib terkait lagu-lagunya. Lagu mereka berjudul Hidup Di Bui dianggap menggambarkan keadaan yang tak benar mengenai lembaga pemasyarakatan. D'Lloyd pun terus dipantau oleh polisi kala itu, bahkan Bartje Van Houten selaku komposer dan gitaris rela tidak mencantumkan namanya.
3. Micky Jaguar

Pencekalan tak hanya dari segi lirik saja, namun juga dari penampilan musisi tersebut saat di panggung. Sebuah momen yang masih melekat dibenak pecinta musik rock dan merupakan bagian dari sejarah rock Indonesia adalah aksi panggung Micky Jaguar.

Vokalis band Bentoel dari Malang ini menyuguhkan kasi panggung yang belum pernah ada di Indonesia. Dia menyembelih kelinci dan meminum darahnya di atas panggung. Aksi menyeramkan ini membuat penonton kaget dan tak ayal polisi pun segera mengintogerasi pria asal Malang ini.
4. Bimbo

Mungkin kita tak akan pernah mengira jika Bimbo pernah berurusan dengan pemerintah karena lagunya. Selama ini kita mengetahui jika karya Bimbo cukup manis dan tak ada kritik sosial yang pedas di dalam lagunya.

Ternayatadala salah satu lagu yang berjudul Tante Sun yang membuat pemerintah pada paruh era 70-an merasa terhina. mereka menuduh lagu ini sebagai sindiran terhadap istri pejabat.

5. Elpamas

Lirik-lirik bertemakan kritik sosial yang diusung oleh Elpamas membuat mereka harus berurusan dengan pemerintahan. Terutama lirik Pak Tua yang masih dikenal oleh masyarakat hingga kini.

Lagu yang diciptakan oleh Elpamas bersama Iwan Fals yang memainkan nama samaran Pitat Haeng ini menceritakan seorang penguasa yang sudah tua tapi belum mau pensiun. Tak lain lagi lagu ini ditujukan kepada Soeharto yang kala itu menjabat sebagai presiden dengan periode cukup lama. Lagu ini klipnya dicekal oleh TV lantaran liriknya yang menyinggung. Pun begitu album ini laris di pasaran dan laku hingga 5 juta keping.

6. Iwan Fals

Penyanyi yang dikenal sebagai Bob Dylan nya Indonesia ini mungkin sudah kenyang dengan represi dan cekalan yang diberikan oleh pemerintah orde lama saat itu. Namun tak ada rasa kapok bagi pemilik nama asli Virgiawan Listianto ini untuk menyuarakan keadilan, protes dan hal sosial lainnya.

Puncaknya adalah saat dia mendirikan SWAMI bersama musisi lainnya seperti Sawong Jabo. Kartya yang terkenal adalah Bongkar dan Bento yang memang ditujukan untuk pemerintahan orde baru kala itu. (Kapan lagi .com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.