Siswa SMA 15 Pandeglang Demo Sekolah

Carita - Puluhan Siswa SMA 15 Pandeglang di Kecamatan Carita, melakukan aksi unjuk rasa di halaman sekitar sekolah pada Selasa (30/10/2012). Aksi unjuk rasa ini dipicu lantaran siswa SMA 15, Junianto siswa kelas 10 II yang dikeluarkan pihak sekolah karena diduga telah melakukan pelecehan terhadap sekolah lain karena menginjak-injak seragam batik milik SMK PGRI Labuan. Dalam unjuk rasa tersebut, para siswa juga menuntut agar pihak sekolah memberhentikan Asmin, Pegawai Tata Usaha (TU) di SMA 15.

Protes siswa sendiri sudah dimulai sejak beberapa hari terakhir, dan puncaknya pada Selasa (30/10/2012), para siswa kembali melakukan aksi. Para siswa melakukan aksi mogok belajar sebelum tuntutan mereka terpenuhi. Untuk menjaga aksi, pihak kepolisian dari Polsek Carita turut mengamankan jalannya aksi unjukrasa ini.

Pada pukul 11.00 WIB, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Abdul Azis datang ke SMA 15 untuk mencari jalan keluar dan melakukan audiensi dengan siswa. Dalam audiensi tersebut, selain dihadiri oleh Kepala Dinas, juga hadir Kepala Sekolah SMA 15 Dedi Sadri, Ketua Komite SMA 15 Johan, Kapolsek Carita AKP Andrie, dan perwakilan guru SMK PGRI.

Salah satu siswa kelas 12 IPA II, Mahpudin dalam audiensi tersebut mengatakan, pihaknya melakukan aksi unjuk rasa karena ingin temannya Junianto agar bisa kembali sekolah dan ingin agar Asmin agar dikeluarkan. Menurut siswa, pengeluaran Asmin harus dilakukan karena telah bersikap arogan.
Ketua OSIS SMA 15, Asep Saepudin menambahkan, apa yang dilakukan Junianto menurutnya hanya kesalahpahaman saja dan tidak berniat menjelek-jelekan sekolah lain. Siswa juga sudah memohon maaf langsung kepada sekolah PGRI Labuan dan menganggap permasalahan sudah beres.

Ketua Komite SMA 15, Johan mengatakan, apa yang dilakukan siswa merupakan bentuk ekspresi dan solidaritas. Menurutnya, pemutusan Junianto memang tidak melalui proses dan tahapan yang diberlakukan serta tidak meminta pendapat kepada Komite tentang pengambilan keputusan tersebut. Kepsek SMA 15, Dedi Sadri tidak memberikan komentar dengan alasan suaranya sedang serak.

Kepala Dindik, Abdul Azis mengatakan, tuntutan siswa agar Junianto bersekolah kembali akan dipenuhi. Namun, untuk pemecatan Asmin, akan memanggil Asmin menghadap untuk proses selanjutnya. Karena menurutnya, terdapat tahapan dan aturan yang mengatur tentang kepegawaian.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.