Ketahanan Ekonomi UMKM Harus Tangguh dalam Hadapi Tantangan

Diskusi di acara Bazar Ramadan Kadaharan Buka Puasa yang digelar Porwan Pandeglang, Selasa (10/03/2026).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Ketahanan ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting bagi stabilitas perekonomian. Untuk tetap tangguh di tengah tantangan global dan domestik, UMKM dituntut untuk melakukan transformasi digital, inovasi, dan peningkatan daya saing.

 

Hal itu terungkap saat diskusi pada Bazar Ramadan Kadaharan Buka Puasa yang digelar Porwan Pandeglang dan dihadiri dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 

Diskusi tersebut membahas ketahanan ekonomi masyarakat serta potensi dampak ketegangan geopolitik global terhadap kondisi ekonomi. Dua OPD yang hadir dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).

 

Kepala Kesbangpol Pandeglang, Muklis Arifin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sosialisasi ketahanan ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

 

“Melalui kegiatan ini kami mendorong penguatan peran UMKM sekaligus mendukung program unggulan Bupati Pandeglang yakni bangga kuliner lokal atau bakul agar pelaku usaha kecil bisa terus berkembang,” kata Muklis, Selasa (10/03).

 

Menurut dia, kondisi geopolitik global dapat berdampak pada perekonomian, sehingga masyarakat perlu memperkuat ketahanan ekonomi agar lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan ke depan.

 

Baca: Jelang Arus Mudik, Jembatan di Cigeulis Pandeglang Amblas

 

Baca: Hari Musik Nasional 2026: Andra Soni Dorong Musik Jadi Pemersatu dan Lokomotif Ekonomi Banten

 

Ditempat sama, Pengawas Koperasi dan UMKM Diskoperindag Pandeglang, Doni Romdoni menekankan pentingnya kesiapan pelaku UMKM dalam mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga bahan baku.

 

“Pelaku UMKM harus mulai mencari alternatif bahan baku dan berinovasi dalam proses produksi agar usaha tetap berjalan,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar menyesuaikan jumlah produksi dengan permintaan pasar serta memperhatikan kemasan produk agar lebih menarik bagi konsumen.

 

Menurut Doni, DKUPP Pandeglang terus melakukan berbagai program pemberdayaan UMKM, mulai dari pelatihan manajemen keuangan, digitalisasi pemasaran, hingga penggunaan QRIS untuk memperluas pasar.

 

“Harapannya produktivitas pelaku UMKM meningkat dan mampu memperkuat perekonomian masyarakat,” imbuh dia. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.