Puluhan Kuliner Khas Banten Meriahkan Buka Puasa Relawan, Upaya Lestarikan Warisan Daerah
KRAKATAURADIO.COM, SERANG - Puluhan jenis kuliner khas Banten tersaji dalam kegiatan buka puasa bersama (bukber) para relawan gabungan yang diinisiasi oleh relawan Fesbuk Banten News (FBn) dan Komunitas Bahasa Jawa Serang (BJS). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pelestarian kuliner tradisional daerah di tengah arus modernisasi.
Beragam makanan tradisional disajikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari ketan gerong, ratuban, jejorong, cecuer, pasung, kontol sapi, lupis, talam, apem putih, bacang karoket, hingga buras gorengan.
Tidak hanya jajanan, panitia juga menghadirkan hidangan khas Banten seperti angeun lada, rabeg, gerem asem, dan kulit tangkil.
Inisiator kegiatan dari relawan FBn, Lulu Jamaludin mengatakan, penyajian beragam kuliner khas Banten itu bukan sekadar untuk menikmati hidangan berbuka puasa, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.
Menurut Lulu, kuliner tradisional merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus diperkenalkan kepada generasi muda.
“Setiap makanan khas daerah punya cerita, tradisi, dan bahan lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya. Karena itu kita harus terus mempromosikan kuliner Banten agar tidak hilang di tengah gempuran makanan modern,” kata dia di Rumah Singgah Relawan Duafa FBn, Jl Gelatik Komp. Tegal Padang, Drangong Taktakan, Kota Serang, Sabtu (14/03).
Ia menambahkan, promosi kuliner daerah juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Banyak pelaku UMKM yang bergantung pada keberlanjutan kuliner tradisional tersebut.
“Kalau kuliner khas daerah terus dikenal dan diminati, tentu akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Mulai dari petani bahan baku sampai pelaku UMKM kuliner,” ujarnya.
Baca: Tim Gabungan Lakukan Penyisiran Cari Wisatawan Tenggelam di Pantai Carita
Baca: Wagub Cek Bang Andra di Lebak, Sulap Jalan Rusak Jadi Mulus
Kegiatan bukber ini juga digelar dalam rangka milad ke-16 relawan FBn dan 16 tahun komunitas BJS. Selama ini, lanjutnya, kedua komunitas tersebut dikenal aktif melestarikan budaya lokal, mulai dari bahasa hingga kuliner tradisional Banten.
Pegiat BJS, Manar Mas menambahkan, pihaknya sejak awal berkomitmen menjaga keberlangsungan budaya lokal, khususnya Bahasa Jawa Serang yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Banten.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya melalui bahasa, tetapi juga lewat kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Kami ingin generasi muda tetap mengenal budaya daerahnya sendiri. Bahasa Jawa Serang kami lestarikan, begitu juga kuliner khas Banten yang menjadi kekayaan budaya kita,” ucap dia.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar agar kuliner tradisional Banten tetap dikenal luas dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman. (Mudofar)

Tidak ada komentar