Jemaah Haji Tertua di Pandeglang 102 Tahun, Termuda 18 Tahun

Calon jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang.

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Sebanyak 388 calon jemaah haji dari Pandeglang, Banten, telah diberangkatkan dalam kloter pertama musim haji 2026. Tercatat calon jemaah haji tertua tertua berusia 102 tahun, sementara calon jemaah haji termuda berusia 18 tahun.

 

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Pandeglang, Supardi mengatakan, jumlah jemaah haji kloter 13 asal Pandeglang yang diberangkatkan sebenarnya sebanyak 393 orang. Namun, terdapat 5 jemaah yang batal berangkat karena sakit.

 

“Sehingga total jemaah yang diberangkatkan menjadi 388 orang,” kata dia saat pemberangkatan calon jemaah haji, akhir pekan lalu.

 

Ia menjelaskan, dari total jemaah yang diberangkatkan, sebanyak 164 orang merupakan jemaah laki-laki, 216 jemaah perempuan, serta 8 orang petugas haji.

 

Jemaah tertua bernama Sanusi berusia 102 tahun asal Kecamatan Pandeglang. Sementara jemaah termuda atas nama Syifa Khaerunnisa berusia 18 tahun asal Kecamatan Pagelaran.

 

“Untuk kategori lanjut usia (lansia) dengan usia 80 tahun ke atas sebanyak 39 orang,” ujarnya.

 

Baca: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Pejabat yang Baru Dilantik di Pandeglang

 

Baca: Wagub Minta BPS dan Pemprov Banten Perkuat Kolaborasi Data

 

Bupati Pandeglang, Dewi Setiani berpesan agar seluruh jemaah haji senantiasa menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

 

“Saya berpesan kepada seluruh jemaah agar tetap menjaga kesehatan, menjaga kekompakan dan fokus menjalankan ibadah dengan baik sehingga seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar,” ucap dia.

 

Menurut dia, ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang baik, sehingga para jemaah diminta memperhatikan pola makan, istirahat, serta mengikuti arahan petugas pendamping selama berada di Arab Saudi.

 

Sementara, Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah mengatakan, ibadah haji merupakan ibadah yang penuh tantangan. Ibadah haji memerlukan biaya besar dan kondisi fisik yang prima.

 

“Tidak sembarang orang bisa berhaji. Manfaatkan kesempatan ini untuk benar-benar beribadah,” tuturnya.

 

Dimyati berharap para jemaah haji mendapatkan predikat haji mabrur. Untuk itu, ia menyampaikan pesan kepada jemaah agar menjalankan ibadah dengan khusyuk disertai bekal ilmu. Ia juga memberikan tips agar tidak terburu-buru untuk segera menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

 

“Jamaah harus jaga kesehatan untuk bisa melaksanakan seluruh rangkaian haji,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.