Sekda Banten Temui Mahasiswa Saat Gelar Unjuk Rasa di KP3B

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi menemui mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Senin (04/05/2026).

KRAKATAURADIO.COM, SERANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi menemui mahasiswa di tengah guyuran hujan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Deden menjelaskan soal program unggulan Pemerintah Provinsi Banten untuk menyekolahkan masyarakat agar menekan angka putus sekolah.

 

Diketahui, forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pandeglang melakukan aksi unjuk rasa mengenai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Buruh Internasional (May Day).

 

Di kesempatan itu, Deden mengatakan, Pemprov Banten melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan angka putus sekolah. Karena itu, ada Program Sekolah Gratis yang manfaatnya dirasakan oleh siswa SMA, SMK dan SKh swasta.

 

Apalagi, program ini juga rencananya menjangkau Madrasah Aliyah yang kewenangannya ada di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

 

“Kami menerima tiga kelompok yang menyampaikan aspirasi terkait dengan Hari Buruh dan Hari Pendidikan,” kata dia, Senin (04/05).

 

Deden juga menyampaikan soal berbagai upaya perbaikan yang dilakukan oleh Pemprov Banten mengenai fasilitas sekolah. Sejak kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah, beberapa sekolah setingkat SMA/SMK Negeri dibangun seperti di Kabupaten Tangerang dan Kota Serang.

 

“Alhamdulillah tahun ini kita juga terus memperbaiki dan membangun sekolah-sekolah baru yang ada di Provinsi Banten,” ujarnya.

 

Baca: Belasan Eks Napiter Ikuti Pelatihan Jadi Teknisi AC

 

Baca: Bayar PKB Tanpa KTP Pemilik Pertama, Berlaku Hingga Akhir 2026!

 

Kepada para mahasiswa, Deden menyampaikan bahwa Gubernur Andra Soni terus berkomitmen untuk pemajuan pendidikan dan pemerataan pembangunan yang berkeadilan.

 

Sementara, Koordinator Forum BEM Pandeglang, Rapiudin mengatakan, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi pendidikan di Kabupaten Pandeglang yang dinilai belum membaik.

 

Kami dari Forum BEM Pandeglang bersama sejumlah presiden mahasiswa di kampus-kampus se-Pandeglang menggelar aksi di KP3B dalam rangka Hardiknas,” ucap dia.

 

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah persoalan krusial yang hingga kini belum terselesaikan oleh pemerintah daerah. Salah satunya tingginya angka anak putus sekolah yang mencapai lebih dari 42 ribu orang.

 

“Angka itu bukan sekadar data, tapi persoalan serius yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah,” tuturnya.

 

Selain itu, pihaknya juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Pandeglang yang dinilai belum memadai. Rapiudin menyebut, hampir 2 ribu fasilitas pendidikan hingga kini belum tertangani dengan baik, (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.