GAIB 212 Sambangi BGN, Desak Evaluasi MBG

Ormasi GAIB 212 mendatangi Badan Gizi Nasional untuk menyampaikan surat audiensi, Kamis (25/06/2026).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Jajaran pengurus Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gabungan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) 212 mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk menyerahkan surat resmi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Kedatangan mereka bertujuan mendesak BGN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya di Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten umumnya.

 

Ketua DPD GAIB 212 Provinsi Banten, Rizaly S. Manto mengatakan, pihaknya membawa sejumlah poin aspirasi dan bukti autentik terkait adanya ketidaksesuaian di lapangan.

 

Kami berkunjung ke Badan Gizi Nasional untuk menyampaikan bahwasanya di Kabupaten Pandeglang, umumnya Provinsi Banten, agar segera dievaluasi. Kami meminta kepada Ibu Nanik (Kepala BGN) untuk segera mengevaluasi SPPI-SPPI yang betul-betul merugikan masyarakat Banten, khususnya masyarakat Pandeglang,” kata dia.

 

Ia menambahkan, pihaknya menemukan banyak kejanggalan dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di wilayah tersebut.

 

Banyak penemuan-penemuan yang tidak wajar di Pandeglang. SOP-nya tidak benar. Kami minta kepada Ibu untuk segera turun ke lapangan langsung, bisa dibuktikan kebenarannya. Kami punya bukti yang konkret, terangnya.

 

Baca: 10 Muharram, 3 SPPG Gelar Santunan bagi 130 Anak Yatim

 

Baca: Warga Bandung Lestarikan Festival Bubur Suro

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC GAIB 212 Kabupaten Pandeglang, Ahmad Arofi bersama Sekretaris DPC Pandeglang, Asep Saepullah, menggarisbawahi dua poin krusial yang tertuang dalam surat mereka, yakni terkait program MBG dan tata kelola SPPG.

 

Ahmad Arofi menyatakan, pihaknya sangat mendukung program mulia dari Presiden Prabowo Subianto, namun pelaksanaannya di tingkat daerah harus diawasi dengan ketat agar tidak diselewengkan.

 

Kami mendukung program yang mulia dari Pak Presiden Prabowo. Kami mendukung agar MBG ini tidak ditutup, tetap berjalan, tapi dengan catatan evaluasi semuanya,” ucap dia.

 

Selain program makanan bergizi, ia juga menyoroti maraknya kejanggalan dalam penjualan titik SPPG di Pandeglang yang dinilai sudah di luar batas kewajaran.

 

Yang kedua adalah SPPG. SPPG ini harus diusut tuntas. Tuntas harus diusut karena penjualan titik di Pandeglang terlalu banyak. Banyak yang menjual titik. Sentuh Pandeglang, tangkap mereka pelaku-pelakunya agar program ini berjalan dengan baik, tandasnya.

 

Sementara, Panglima DPD GAIB 212, Kodratullah atau Ngkod mengatakan, jika surat audensi tidak diindahkan, maka pihaknya akan melangsungkan aksi unjuk rasa jilid tiga di kantor BGN.

 

Pengurus GAIB 212 kemudian menyerahkan surat audiensi kepada perwakilan petugas BGN yang menerima mereka. Surat tersebut juga telah dikirimkan ke Presiden melalui Sekretariat Kabinet RI, Kapolri dan Komisi IX DPR RI.

 

Pihak BGN sendiri menyambut baik kedatangan tersebut dan menyatakan akan menampung poin-poin yang disampaikan untuk ditindaklanjuti. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.