Kolaborasi DP2KBP3A, BKKBN, dan PLN Indonesia Power Perkuat Standar Perlindungan Anak Melalui Program TAMASYA di Anak Pelangi Daycare
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemenuhan hak anak dan penguatan kualitas layanan pengasuhan anak usia dini, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi di Anak Pelangi Daycare, Labuan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan BKKBN Kecamatan Labuan dan PT PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan sebagai mitra dalam pelaksanaan Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak).
Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama untuk memastikan layanan pengasuhan anak berjalan sesuai prinsip perlindungan anak, keamanan, kenyamanan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kegiatan ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas layanan daycare pasca munculnya sejumlah kasus penelantaran dan kekerasan terhadap anak di fasilitas pengasuhan anak di berbagai daerah.
Dalam pelaksanaannya, tim monitoring melakukan peninjauan terhadap aspek tata kelola lembaga, fasilitas pendukung, mekanisme pengawasan anak, serta kelengkapan dokumen operasional.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan dan penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait layanan pengasuhan dan penanganan anak, guna memastikan setiap proses pengasuhan memiliki pedoman yang jelas, terukur, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
Baca: Kelompok Cireban Jaya Salurkan Hewan Kurban
Baca: Bupati Dorong Peningkatan Kapasitas Pendamping PKH untuk Penanggulangan Kemiskinan
Selain penguatan sistem dan dokumen, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pengasuh (miss) sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan kepada anak.
Penguatan kompetensi pengasuh diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi kebutuhan anak, menerapkan pola pengasuhan positif, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Program TAMASYA yang dikembangkan melalui dukungan PT PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan merupakan bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Program ini tidak hanya menyediakan layanan pengasuhan bagi anak-anak, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif orang tua, penguatan kapasitas pengasuh, serta kolaborasi multipihak dalam menciptakan ekosistem pengasuhan yang berkualitas.
Perwakilan DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung penguatan layanan pengasuhan anak.
Kolaborasi ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak serta mendukung percepatan pembangunan keluarga berkualitas.
Sementara itu, PT PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang memberikan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui Program TAMASYA, perusahaan berupaya mendukung terciptanya layanan pengasuhan anak yang berkualitas sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya tujuan ke-3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, tujuan ke-4 Pendidikan Berkualitas, serta tujuan ke-5 Kesetaraan Gender.
Selain itu, melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan Anak Pelangi Daycare dapat terus meningkatkan kualitas layanan pengasuhan, memperkuat sistem perlindungan anak, serta menjadi model praktik baik pengasuhan anak berbasis kolaborasi multipihak yang berkelanjutan di Kabupaten Pandeglang.
TAMASYA sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi PT PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan untuk mendukung penyediaan layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan ramah anak.
Program ini mengintegrasikan aspek pendidikan anak usia dini, penguatan kapasitas pengasuh, keterlibatan orang tua, serta dukungan terhadap upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas keluarga melalui kolaborasi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. (Mudofar)

Tidak ada komentar