Penyelamatan dan Pelepasliaran Penyu Laut di Area Intake PLTU Labuan
![]() |
| Pelepasliaran penyu di area PLTU Banten 2 Labuan, Sabtu (23/05/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - PT PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan, kembali menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati melalui kegiatan penyelamatan seekor penyu laut yang terjebak di area intake pendingin air laut pembangkit.
Penyu tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas operasional saat melakukan pemantauan rutin di area intake, pada Sabtu 23 Mei 2026 lalu. Setelah dilakukan identifikasi dan memastikan kondisi penyu dalam keadaan aman, tim gabungan dari operator, petugas K3, keamanan, serta personel terkait segera melakukan proses evakuasi secara hati-hati untuk menghindari cedera pada satwa dilindungi tersebut.
Proses penyelamatan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan satwa dan personel. Penyu kemudian berhasil dievakuasi dari area intake dan dilakukan pemeriksaan visual sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat laut lepas.
Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan, Tarsis Tinggi menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut di sekitar wilayah operasional pembangkit.
“Keberadaan penyu laut merupakan indikator penting kesehatan ekosistem laut. Kami berupaya memastikan operasional pembangkit tetap berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan,” kata dia.
Menurut dia, kegiatan pelepasliaran dilakukan di area perairan yang aman dan jauh dari potensi gangguan operasional. Momen tersebut juga menjadi bentuk edukasi internal mengenai pentingnya perlindungan satwa laut yang dilindungi.
Baca: PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan Perkuat Keandalan Listrik Banten
Baca: DPC PPP Pandeglang Gelar Muscab VI, Fokus Perkuat Transformasi Partai
“Sebagai perusahaan yang beroperasi di kawasan pesisir, PT PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan terus mendorong implementasi program Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai kegiatan konservasi lingkungan, pemantauan ekosistem pesisir, serta penguatan kesadaran lingkungan bagi pekerja dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara operasional pembangkit dan upaya pelestarian lingkungan dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (Mudofar)

Tidak ada komentar