Stok Beras di Pandeglang Diklaim Aman

Kepala Perum Bulog Pandeglang-Lebak, M. Syaukani saat monitoring bantuan pangan di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Jumat (12/06/2026).

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Perum Bulog Pandeglang-Lebak, memastikan stok pangan di wilayahnya dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan saat monitoring langsung penyaluran bantuan pangan di Labuan, Kabupaten Pandeglang, Jumat (12/06/2026).


Kepala Perum Bulog Pandeglang-Lebak, M. Syaukani, menyatakan bahwa stok beras di gudang saat ini berada dalam jumlah yang sangat memadai, bahkan diklaim sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah Republik Indonesia di wilayahnya.


​"Untuk stok beras di gudang Pandeglang-Lebak, alhamdulillah sampai hari ini cukup besar, lebih kurang 30 ribu ton," kata dia.


​Selain memastikan ketersediaan, Bulog juga terus aktif melakukan penyerapan gabah dan beras dari para petani di Pandeglang. Hingga saat ini, penyerapan telah mencapai 18 ribu ton dari target keseluruhan 24 ribu ton.


​Menurut Syaukani, upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan, yang juga didukung oleh program bantuan pangan pemerintah. Ia menambahkan bahwa harga beras di wilayah tersebut relatif stabil selama sebulan terakhir.


Baca: Penyaluran Bantuan Pangan Pandeglang, Sasar 8 Kecamatan Sekaligus pada Jumat Ini


Baca: Pemprov Banten Gelontorkan Anggaran Rp 9,7 Miliar untuk Revitalisasi Situ Cikedal


Di tempat sama, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan menjelaskan, bahwa penyaluran bantuan pangan hari ini merupakan tahap terakhir dari rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 7 April.


Monitoring ini melibatkan lintas instansi, termasuk TNI, Polri, dan Kejaksaan, untuk memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.

"Alhamdulillah sejauh ini, penyaluran di Kabupaten Pandeglang lancar dan kondusif tanpa kendala," ujarnya.

Wawan berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi warga dengan kategori desil 1 hingga 5, sehingga mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga mereka. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.