20 Kecamatan di Pandeglang Masuk Potensi Krisis Air Bersih
![]() |
| Penyaluran air bersih di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang. |
KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Sebanyak 20 kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten, dinyatakan sebagai zona dengan potensi krisis air bersih yang paling diwaspadai. Selain itu, 15 kecamatan lainnya yang berada dalam kategori potensi sedang.
Hal itu berdasarkan pemetaan wilayah yang masuk dalam kategori berisiko tinggi kekeringan selama musim kemarau 2026 yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK).
Kepala Pelaksana BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, seluruh wilayah di Pandeglang kini dalam status pemantauan ketat. Menurut dia, berdasarkan hasil pemetaan berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) menunjukkan, ancaman kekeringan tahun ini diprediksi lebih meluas dibandingkan periode sebelumnya.
“Ketika BMKG mengeluarkan informasi tentang prediksi kekeringan, itu ada 20 kecamatan yang mempunyai potensi kekeringan tinggi. Sisanya 15 kecamatan itu berpotensi sedang,” kata dia.
Pihaknya mengaku terus melakukan monitoring di seluruh wilayah, baik yang berpotensi tinggi maupun sedang. Sampai saat ini, wilayah yang telah menunjukkan dampak nyata meliputi Sindangresmi, Angsana, Sukaresmi, Munjul, Cikeusik, Patia, dan Picung beserta wilayah sekitarnya. Selain itu wilayah perkotaan meliputi Cadasari dan Koroncong.
“Ini yang memang menjadi perhatian itu ya sekitar 20 kecamatan, kurang lebih ada di 150 desa,” ujarnya.
Baca: Pengurus Baznas Diminta Tingkatkan Kompetensi
Baca: 60 Persen Hutan Mangrove di Banten Rusak, Mapala Lakukan Penanaman
Adapun 20 kecamatan dengan 150 desa yang kekeringan berpotensi tinggi di musim kemarau ini di antaranya Kecamatan Sumur, Sukaresmi, Saketi, Pulosari, Patia, Pagelaran, Menes, Mandalawangi, Labuan, Jiput, Cisata, Cimanggu, Cikeusik, Cikeudal, Cibitung, Carita, Angsana, Sindangresmi, dan Cadasari, Karangtanjung.
Riza menuturkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang sendiri sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorlogi kekeringan sejak 2 minggu lalu.
“Saya melihat ini fenomena dan prediksi ya kami sudah siap-siap untuk menaikan statusnya ke tanggap,” ucap dia.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan bijak dalam penggunaan air bersih di tengah kondisi cuaca yang ekstrem. (Mudofar)

Tidak ada komentar