Slider

Krakatau Radio hadir lebih dari sekedar radio lokal, seiring berkembangnya teknologi, Krakatau Radio terus mengembangkan diri menjadi media radio yang multi, selain dapat didengar melalui radio konvensional, Krakatau Radio juga bisa di dengar melalui Streaming di www.krakatauradio.com atau di program aplikasi Erdioo melalui Blackberry & Android. Selain itu Krakatau Radio juga tidak hanya melayani jasa promosi radio tapi juga jasa EO, Program Pendampingan Masyarakat, CSR, Konsultan dan lain-lain. Untuk reservasi silahkan hub 0253-802239 atau di 085213439997

EVENTS

News

Wisata Dan Budaya

SELEBRITIS

MUSIK

TIPS

GALERI

Dana Jamsosratu di Pandeglang Cair



Koordinator Jamsosratu Pandeglang, Juanta saat talkshow di babak Ngobrol Pas Isuk, Jumat (03/07/2015) pagi.

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, mencairkan program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) 2015 kepada sekitar 15.157 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di 35 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

Koordinator Pendamping Jamsosratu Kabupaten Pandeglang, Juanta mengatakan, program Jamsosratu mulai diberikan kepada penerima manfaat di Pandeglang, dimulai pada Jumat (03/07/2015) sampai dengan Rabu (08/07/2015), di Kantor Pos terdekat.

“Yang hari ini (Jumat, red) cair itu ada di 2 Kecamatan dulu, yakni Kecamatan Cadasari dan Kecamatan Pandeglang. Sisanya sampai dengan tanggal 8 Juli untuk Kecamatan lainnya di Kabupaten Pandeglang,” kata Juanta dalam acara Ngobrol Pas Isuk di Krakatau Radio, Jumat (03/08/2015) pagi.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2015, masing -masing RTS akan menerima Rp 2.250.000, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 1.500.000.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat para penerima bantuan, untuk menggunakan sesuai keperluan dan tidak konsumtif. “Pencairan momennya pas dengan momen jelang lebaran. Kami khawatir dipakai untuk berlebaran dan urusan wajib yaitu pendidikan terbengkalai. Makanya pendamping harus memantau penggunaannya,” ujarnya. (Mudofar)

Panwas dan Satpol PP Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Atribut Kampanye



KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang, saling lempar tanggung jawab terkait penertiban alat peraga dan atribut kampanye yang banyak terpasang disejumlah jalan dan fasilitas publik. Padahal atribut kampanye tersebut banyak dipasang dipohon dan mengganggu estetika keindahan.

Berdasarkan pantauan, ratusan atribut kampanye berjenis pamplet dan poster dari bakal Calon Bupati Pandeglang, nampak banyak terpasang dipohon. Seperti disepanjang jalan raya Labuan sampai Cadasari, Pandeglang, nampak terlihat poster dan pamplet yang menampilkan salah satu sosok yang digembar-gemborkan akan akan mencalonkan diri di Pilkada serentak yang akan digelar pada 09 Desember 2015 mendatang.

Anggota Panwas Kabupaten Pandeglang, Fauzi Ilham mengatakan, pihaknya saat ini belum ada agenda penertiban atribut kampanye meskipun banyak atribut kampanye bertebaran. Mengingat tahapan pendaftan calon belum dibuka.

"Jadi gini terkait dengan alat peraga kampanye ya, itu sebetulnya lebih ke kewenangan Pemerintah Daerah, dalam hal ini adalah Satpol PP sebagai penegak Perda K3. Kami belum bisa menurunkan terkait alat peraga, karena memang masa kampanye belum ada. Calon Bupati juga belum ada," ujarnya.

Akan tetapi jika menyangkut dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Keindahan dan Kenyaman (K3) tentunya dari Pemerintah Daerah (Pemda), menurut Fauzi, dalam hal ini Satpol PP, bisa saja melakukan penertiban.

"Nanti kita akan berkoordinasi dengan Satpol PP. Dalam waktu dekat akan kita sampaikan," ujarnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pandeglang, Agus Priyadi Mustika mengatakan, pihaknya sejauh ini masih menunggu koordinaasi dari Panwaslu dan KPU setempat untuk mentertibkan keberadaan alat peraga yang memang mengganggu sarana publik.

"Selama itu tidak mengganggu ketertiban dan memandangi pemandangan umum, boleh-boleh saja, tapi kalo udah mengganggu dan acak-acakan nanti kami akan berkoordinasi dengan KPU dan panwas,” katanya.

Saat ditanya apakah atribut kampanye yang bertebaran apakah melanggar K3, menurut Agus, yang lebih tahu adalah KPU mengenai peraturannya. "Kalau tentang politik harus dari KPU, tapi kalau sudah ada koordinasi dengan Panwas dan KPU kami siap untuk menurunkan alat peraga itu," tegasnya. (Mudofar)

Bulan Puasa, Pasar Labuan Tidak Tertata

Kondisi Pasar Labuan di bulan Ramadhan.
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Dua pekan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1436 H, kondisi arus lalulintas di pasar Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, selalu mengalami kemacetan dan tidak tertata rapi. Hal ini disebabkan banyaknya warga yang datang untuk berbelanja serta carut marutnya pengelolaan parkir.

Berdasarkan pantauan, kemacetan lalu lintas ini mulai berlangsung pukul 16.00 WIB sampai menjelang waktu berbuka puasa. Kemacetan disebabkan karena banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat yang berhenti di pinggir badan jalan untuk berbelanja, serta parkir sembarangan.

Selain itu, banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan dan minimnya petugas yang mengatur lalu lintas, juga menyebabkan kemacetan tersebut.

Salah satu warga Labuan, Eko mengatakan, kemacetan ini membuat kondisi pasar Labuan menjadi amburadul, karena tidak adanya petugas yang mengatur lalulintas. “Polisi Labuan kemana kang? Labuan macet, amburadul, tanpa bentuk,” ungkapnya dalam pesan SMS kepada Krakatau Radio.

Menurutnya, dengan kondisi ini, masyarakat yang datang ke pasar menjadi tidak nyaman, karena pasar menjadi tidak tertata rapi. Sementara, warga lainnya, Roni mengaku sering malas jika harus ke pasar Labuan menggunakan kendaraan. Menurutnya, kemacetan ini disebabkan karena banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan dan juga antusias warga yang akan membeli sejumlah kebutuhan.

“Agak males juga kepasar pake motor, macet banget. Banyak yang parkir sembarangan sih, belum lagi kendaraannya ditinggal pemilik, terus dikunci stang,” katanya.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Labuan, AKP Winoto mengatakan, penyebab kemacetan di pasar Labuan, dikarenakan banyaknya pengendara yang tidak mematuhi aturan berlalulintas.

“Yang jelas itu, (arah lalulintas) disatukan arah. Itu kan udah satu arah, nah nanti tinggal jagain anggota. Ini kan tergantung masyarakat sini lah. Ya kalo kita ga boleh melakukan penindakan bagaimana bisa tertib itu,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (02/07).

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan pemberlakuan satu arah ke pasar Labuan, namun masih banyak pengendara yang tidak mematuhi aturan tersebut. “Saya juga mohon maaf kepada masyarakat Labuan, kalo kita ga bisa ngatur lalin karena ya itu tadi. Kalo cuma hanya dihimbau-himbau toh tidak ada dengan penindakan, ya rempong juga. Kita ada disitu aja (pengendara) masih nyelonong ga pake helm masih lawan arah, itunganya seperti itu,” tambahnya. (Mudofar)

Menikmati Waktu Ngabuburit di Shelter Tsunami



Kondisi bangunan Shelter Tsunami dari depan, terletak di Desa Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Ada yang berbeda dengan suasana ngabuburit di Kecamatan Labuan ditahun lalu dengan sekarang. Saat ini, di Labuan, terdapat bangunan Shelter Tsunami yang beberapa bulan lalu dibangun oleh pemerintah pusat disekitar pusat menuju pasar Labuan, Desa/Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Bangunan Shelter Tsunami ini, mulai dibangun sekitar bulan Agustus 2014 oleh Pemerintah Pusat, dimaksudkan untuk menjadi tempat evakuasi dini akan ancaman bencana tsunami yang mengancam masyarakat di pesisir pantai.

Namun bangunan tersebut, saat ini banyak dimanfaatkan oleh kalangan remaja dan anak kecil sebagai tempat ngabuburit. Padahal dilihat dari kondisinya, pengerjaan bangunan tersebut terpantau belum rampung, hal ini dapat dilihat dari pengamanan tempat tersebut yang belum selesai serta beberapa pengerjaan lainnya yang saat ini terkesan dibiarkan begitu saja oleh pihak kontraktor.

Berdasarkan pantauan Krakatau Radio, anak kalangan remaja mulai ramai berdatangan ke tempat tersebut sekitar pukul 16.30 WIB sampai menjelang waktu berbuka puasa. Mereka bersama teman-temannya menaiki anak tangga satu persatu sampai ke puncak bangunan.

Selain itu, banyak juga para pengunjung yang hanya nongkrong di anak tangga, sekedar menikmati pemandangan pasar Labuan, yang selalu macet jika menjelang waktu berbuka puasa tiba.

Sementara diatas bangunan, pengunjung sibuk ber-Selfie ria bersama kawan-kawannya atau sekedar menikmati pemandangan Kecamatan Labuan dari atas. Sementara dibawah, aktifitas juga tidak kalah sepi.

Anak kecil, mulai dari laki-laki hingga perempuan, nampak bermain petasan. Meski berbahaya, namun tidak ada pengawasan khusus.

Salah seorang remaja asal Pagelaran, Lia mengatakan, dirinya sengaja datang ke bangunan tersebut, lantaran penasaran dan ingin melihat pemandangan dari atas. “Saya datang sama temen-temen, pengen liat pemandangan aja diatas, seperti apa. Setiap harinya banyak yang datang apalagi untuk remaja seusia saya,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Labuan, Adi menyayangkan kondisi tersebut. Ia mengaku khawatir dengan banyaknya anak kecil yang bermain disana. Sebab selain berbahaya, juga pengamanan bangunan yang belum selesai.

“Kondisi ini jangan terus dibiarkan, karena anak kecil yang datang itu tidak bersama orangtuanya atau tidak ada yang menjaga, sementara bangunan cukup tinggi dan tidak ada pengamannya. Bagaimana kalo ada yang jatuh. Mestinya ada yang jagain bangunan itu supaya tidak ada anak kecil yang bisa keluar masuk,” katanya.

Ia berharap, kepada pihak terkait agar segera mencarikan solusi dari kondisi ini. “Sebelum ada kejadian yang kurang baik, harusnya pihak terkait segera bisa menempatkan petugas dari Pol PP atau siapapun agar bisa terpantau jika ada aktivitas di tempat tersebut,” terangnya. (Mudofar)

Antisipasi Arus Mudik, Dishubkominfo Banten Siapkan 14 Posko Mudik


Arus Mudik (Ilustrasi).

KRAKATAURADIO.COM, BANTEN - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten, akan menyiapkan sekitar 14 titik pos pengamanan (Pos Pam) untuk pelayanan arus mudik Lebaran 2015 yang diperkirakan puncaknya pada H-3 hingga H-2 Idul Fitri.

Kepala Dishubkominfo Provinsi Banten, Revri Aroes mengatakan, kesiapan Pemprov Banten untuk menyambut mudik sudah mencapai 75 persen. Sedangkan untuk infrastruktur jalan, penerangan lampu jalan, rambu-rambu dan pos sebagian masih dalam perbaikan dan pemasangan. "Intinya H-7 semua persiapan sudah selesai, mulai dari posko, rambu dan jalur mudik," kata Revri Aroes yang dikutip dari antarabanten.com.

Menurutnya, Dishubkominfo bekerja sama dengan instansi terkait dan kepolisian, terus melakukan pengawasan di sejumah titik yang selama ini menjadi konsentrasi pemudik, agar selama berlangsungnya arus mudik dan arus balik semuanya sudah siap.

“Sekitar 14 Pos Pam untuk pelayanan arus mudik yang akan dioperasikan bersama pihak terkait serta kepolisian. Selain itu, pada H-7 jembatan timbang sudah tidak beroperasi, nantinya jembatan timbang yang ada akan disulap menjadi Posko dan akan dialihfungsikan sementara untuk tempat istirahat atau rest area,” tambahnya.

Ia menambahkan, dalam pengamanan arus mudik nantinya, Dishubkominfo akan mengerahkan 60 orang personel, ditambah 60 orang personel dari Satpol-PP dan aparat kepolisian dari Polda Banten  Polres yang menerjunkan 1.600 orang personel, serta Dinas Kesehatan. 

Terkait banyaknya 'traffic light' yang rusak dan tidak berfungsi di sejumlah titik di Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten, Dishubkominfo Banten berjanji untuk segera memperbaikinya terutama 'traffic light' yang berada di ruas jalan Provinsi.

"Traffic light yang ada di jalan nasional adalah menjadi kewenangannya pemerintah pusat, secepatnya kami akan meminta pemerintah pusat untuk segera memperbaiki. Namun jika berada di jalan Provinsi, kami akan segera perbaiki, agar saat arus mudik semuanya sudah berfungsi dengan baik," katanya. (Mudofar)