Slider

EVENTS

News

Wisata Dan Budaya

SELEBRITIS

MUSIK

TIPS

GALERI

Ini Penyebab 4 Orang Tewas di Mobil Saat Banjir Bandang di Carita


Mobil Xenia yang ditumpangi para korban yang meninggal dunia, dalam peristiwa longsor dan banjir bandang di Kecamatan Carita, Minggu (24/07/2016) malam.

KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Sekeluarga tewas di Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten akibat keracunan AC mobil. Keluarga yang berjumlah 4 orang itu, sedang terjebak banjir tapi tak mau keluar dari mobil, mereka tewas karena AC mobil mengeluarkan gas beracun.

Kasi Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Pandeglang, Lilis Sulistiati mengatakan, kejadian bermula pada pukul 21.00 WIB, Minggu (24/7). Saat itu mobil yang ditumpangi Evi Lutfiah (41), Ahmad A. Yani (52), Syarifatul Ginayah (18), dan M. Fahri (6) sedang melintas di Jl Raya Carita Labuan Km 9.

"Saat itu hujan deras menyebabkan longsor di perbukitan kemudian terjadi banjir bandang. Namun pada saat bersamaan air laut pasang sehingga banjir menggenangi jalanan setinggi 50-150 cm," ujar Sulis saat dikonfirmasi detikcom, Senin (27/4/2016).

Mobil tersebut pun terjebak lumpur setinggi 50 cm. Karena terjebak di situasi seperti itu, keluarga tersebut memilih tetap berada di dalam mobil. "Mereka tetap memilih di dalam mobil dan tak lama kemudian mobil mengeluarkan gas monoksida," ujarnya. (Mudofar)

Trik Tepat Mencari Muka di Depan Atasan, Penting!

Vemale.com - Cari perhatian di depan atasan selama dilakukan dengan baik tidak masalah, bahkan sangat dianjurkan. Nah, yang terjadi seringkali saat mencari perhatian di atasan yang terjadi selalu hal negatif. Padahal jika diperhatikan, ada banyak cara positif untuk mendapat perhatian dari atasan. Perhatian dari atasan dapat meningkatkan karier kamu. Dan hal ini tentu saja baik untuk perkembangan karier kamu di masa depan.
Ladies, berikut adalah cara untuk mencari perhatian atasan agar tidak terkesan negatif dan dapat membangun karier kamu. Check this out!
  • Berprestasi

    Berikan prestasi yang baik di depan atasan. Wawasan yang luas dan networking yang baik akan memberikan penilaian positif atasan terhadap kamu. Prestasi yang baik akan membuat kamu lebih menonjol dibandingkan dengan rekan kerja yang lain. Selanjutnya mudah saja atasan untuk melihat kamu.
  • Menjalin Hubungan yang Baik

    Selalu jalin hubungan yang menyenangkan bersama rekan kerja dan atasan. Sifat yang menyenangkan ini akan membuat atasan mudah mengingat kamu. Dengan ini, tidak heran jika atasan akan selalu melibatkan kamu pada proyek penting.
  • Menjadi Teman Diskusi

    Tidak perlu segan memberikan pendapat dan masukan kepada atasan. Menjadi teman diskusi yang baik akan membuat atasan lebih memperhatikan kamu. Biasanya seorang yang memberi ide segar akan mudah diingat oleh atasan.
  • Jadi Diri Kamu Sendiri

    Apa pun yang kamu lakukan tetaplah menjadi diri kamu sendiri. Tidak perlu berubah menjadi orang lain hanya untuk mendapat perhatian dari atasan. Selain membuat lelah, menjadi orang lain akan membuat orang lain tidak nyaman untuk mendekatimu.
  • Berpenampilan Menarik

    Untuk menarik perhatian atasan, pakailah pakaian yang profesional dan menarik. Selain itu berpenampilan menarik juga akan meningkatkan rasa percaya diri kamu, saat bertemu dengan atasan. Tentu atasan tidak ingin memiliki anak buah yang berantakan.
Nah, Ladies demikian cara positif untuk menarik perhatian atasan. Selalu jadi diri kamu sendiri dan lihat bagaimana atasan menilai kamu. Selamat mencoba.

Pacari Anak Sule, Vebby Palwinta Masih Malu-malu

Jakarta - Aktris muda Vebby Palwinta sudah lumayan lama memacari putra komedian Sule, Rizky Febian. Tapi tampaknya Vebby masih malu-malu saja mengakui hubungan itu.

"Tanya Ikki (Rizky) aja (soal pacaran)," sahutnya saat ditemui di Dufan Ancol, Jakarta Utara, Senin (25/7/2016).

Vebby mengatakan, ia dan Rizky dekat semenjak syuting film 'Cahaya Cinta Pesantren'. Ia mengaku nyaman dengan kepribadian Rizky yang humoris.

"Humoris dia. Ngelawaknya garing tapi baik banget, dewasa," ucapnya lagi.

Meski menjawab secara abu-abu, keduanya memang diyakini sudah pacaran sejak lama. Secara tak sengaja Vebby bahkan mengakui keluarganya juga sudah dekat dengan Rizky.

"Sama family udah dekat," ujarnya lagi.


(kmb/kmb)

'Konser 3 Dekade Cinta Chrisye' Digelar Agustus

Jakarta - Konser persembahan untuk mengenang sang legenda Chrisye kembali digelar. Tahun ini, gelaran itu diberi nama 'Konser 3 Dekade Cinta Chrisye'.

Adalah Ussy Pieters Choir yang menggagas acara tersebut. Konser itu rencananya bakal digelar pada 28 Agustus mendatang di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Tidak mau biasa saja, penyelenggara pun menyiapkan sederet nama musisi Tanah Air. Mikha Tambayong, Marcel, Raisa, Harvey Malaiholo sampai Vina Panduwinata didaulat sebagai pengisinya.

"Karena karakter suaranya saya pilih, Harvey dan Vina berbeda dengan generasi sekarang. Karakter suara mereka kita cocokkan dengan lagu-lagu yang kita berikan," ujar Ussy yang menjadi pemimpin Ussy Pieters Choir saat jumpa pers di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2016).

Rencana tersebut ternyata sukses memberikan kejutan bagi keluarga sang maestro. Damayanti Noor, istri Chrisye mengaku kaget dengan dibuatnya 'Konser 3 Dekade Cinta Chrisye'.

"Saya kaget sebenernya saat dikontak. Konser pertunjukan komersial seperti ini membawakan lagu-lagu karya Chrisye adalah bentuk baru karena menggunakan paduan suara," ungkap Yanti saat ditemui di lokasi yang sama.

Sementara itu, tiket konser tersebut sudah bisa dibeli awal Agustus mendatang. Tiket dibagi menjadi lima kategori, yaitu Diamond Rp 1,5 juta, Platinum Rp 1 juta, Gold Rp 750 ribu, Silver Rp 500 ribu dan Bronze Rp 300 ribu.


(dar/ron)

Banjir Setinggi 1-1,5 Meter Menggenang 2 Kecamatan di Pandeglang


Banjir yang melanda Kampung Kadugareng, Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Senin (25/07/2016).

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Banjir setinggi 1 sampai dengan 1,5 meter menerjang 2 di Kabupaten Pandeglang, yakni Kecamatan Labuan dan Kecamatan Carita, di Kabupaten Pandeglang, Banten akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (24/07/2016) malam. Akibat kejadian ini, ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, banjir menggenang 2 Kecamatan di Pandeglang yakni Kecamatan Labuan dan kecamatan Carita.

“Untuk banjir di Labuan, ada di Desa Labuan, Kalanganyar, Teluk dan Desa Cigondang. Sementara di Carita terdapat di Desa Sukajadi, tepatnya banjir bandang akibat longsor yang terbawa air hujan,” ujar Doni, Senin (25/07/2016).

Doni menuturkan, jumlah korban yang terkena dampak bencana banjir mencapai ribuan orang. Sementara, pihaknya mengaku sudah menyediakan bantuan makanan, alat kesehatan dan kebutuhan sandang yang dipusatkan di posko pengungsian.

"Tim gabungan dari BPBD, Badan SAR Dinas Sosial, Kepolisian dan TNI sudah turun, bantuan juga sudah dikirim," kata dia.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah lokasi yang terkena banjir ada di Carita dan Labuan. Warga sekitar yang terdampak banjir menggelar kegiatan penggalangan dana untuk membantu korban banjir. (Mudofar)

4 Orang Tewas Dalam Mobil Saat Banjir Bandang Carita


Mobil Xenia yang ditumpangi para korban yang meninggal dunia, dalam peristiwa longsor dan banjir bandang di Kecamatan Carita, Minggu (24/07/2016) malam.

KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Banjir bandang akibat longsor yang bercampur air hujan yang membawa material lumpur di Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menewaskan empat orang yang diduga satu keluarga, Minggu (24/07/2016). Diduga, korban terjebak di dalam mobil dan tidak sempat menyelamatkan diri.


Kapolda Banten, Brigadir Jenderal (Brigjen) Ahmad Dofiri mengatakan, korban ditemukan dengan mesin dalam keadaan hidup yang terjebak banjir lumpur dan tidak bisa bergerak. Dugaan sementara korban meninggal akibat keracunan AC. Sementara mobil Xenia warna putih berpelat nomor B 1892 BRH yang ditumpangi para korban ditemukan dalam kondisi mesin hidup.

“Yang meninggal ada empat orang, satu keluarga dari mobil itu yang tidak sempat menyelamatkan diri, karena tidak bisa membuka pintu jadi keracunan didalem. Sementara 2 mobil lain yang terjebak bisa keluar dari mobil,” ujarnya.

Adapun identitas para korban adalah Evi Lutfiah (41), M Fahri Ramadhan (6), dan Syarifatul Ginayah (18), yang merupakan warga kampung Panguseupan RT 01 RW 14, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Sementara satu korban lainnya bernama Ahmad Ahyani (52) warga Kampung Sumurwaru RT 03 RW 07, Desa Pagelaran, Pagelaran Kabupaten Pandeglang. (Mudofar)

Longsor dan Banjir Bandang Hantam Carita



Lumpur yang menggenangi jalan yang mengubungkan Kecamatan Carita dengan Kecamatan Labuan, Senin (25/07/2016). Foto diambil didepan hotel Lippo Carita.

KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Bencana longsor disusul banjir bandang menerjang Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (24/07/2016) sekitar pukul 22.00 WIB.

Banjir bandang ini diakibatkan adanya longsor di gunung asuepan, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Banten, di Kecamatan Carita yang terbawa air hujan dan mengakibatkan banjir lumpur yang menerjang jalur pariwisata kurang lebih 1 kilometer tepatnya di depan Hotel Wira sampai dengan Hotel Lippo Carita.

Adapun banjir bandang ini berasal dari luapan arus sungai yang mengalir di jembatan kecil di jalur pariwisata tepatnya di depan hotel Lippo Carita yang menuju ke arah laut lepas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, banjir bandang ini menerjang sekira pukul 22.00 WIB dan membuat akses jalur menjadi terhambat.

“Akibatnya ruas jalan pariwisata ini tertutup material lumpur. Kita turunkan sebanyak 4 alat berat untuk membersihkan lumpur dan sampah. Mudah-mudahan hari ini jalur sudah kembali normal,” ujarnya saat ditemui dilokasi.

Sementara itu, salah satu warga setempat, Kasti mengakui baru kali ini Kecamatan Carita dilanda musibah banjir bandang. Menurut dia, musibah ini merupakan peringatan untuk warga Kecamatan Carita dari sang maha kuasa.

“Baru kali ini kejadian ini terjadi. Saya orang asli disini, sekarang umurnya 50 tahun. Tapi baru kali ini ada kaya gini. Peringatan bagi kita semua,” katanya saat membersihkan material lumpur dihalaman rumahnya.

(Baca: 4 orang Tewas Dalam Mobil Saat Banjir Bandang Carita) 

Berdasarkan pantauan, kejadian banjir bandang ini langsung dipantau oleh Kapolda Banten, Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri, Bupati Pandeglang, Irna Narulita, Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban, dan pihak terkait lainnya. (Mudofar)

Jelang Perayaan Agustusan, Siswa dan Siswi Mulai Berlatih Baris Berbaris


Para siswa dan siswi SDN 1 Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, saat berlatih baris berbaris di pantai Carita, Jumat (22/07/2016).

KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Ratusan siswa dan siswi kelas IV sampai kelas VI di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, mulai berlatih baris berbaris dalam rangka menyambut lomba Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) tingkat Kecamatan Carita, di moment HUT RI ke 71 di bulan Agustus 2016.

Latihan baris berbaris ini dilakukan disekitar pantai Carita, pada Jumat (22/07/2016) pagi yang dipandu oleh guru setempat.

Salah satu guru SDN 1 Sukajadi, Tini mengatakan, sudah mulai berlatih sejak hari Selasa (19/07) yang lalu. Alasan dipilihnya lokasi sekitar pantai, kata dia, selain karena tempatnya yang relatif luas, juga karena tidak ada kendaraan yang lewat.

“Suasananya enak pak, terus juga keamanannya terjaga karena tidak ada mobil dan motor yang lewat,” ujarnya.

Tini menjelaskan, lomba baris berbaris di Kecamatan Carita, akan dilakukan pada tanggal 9 sampai 10 Agustus 2016 mendatang. Adapun, latihan baris berbaris ini, menurut dia, tidak mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Tadi belajar dulu jam pertama hari Jumat ini kan ada kultum, setelah itu absensi dan apresiasi pembelajaran yang kemarin sudah diajarkan, karena ini kan baru naik kelas,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan, siswa dan siswi yang mengikuti latihan baris berbaris ini terlihat antusias. Sesekali para guru menegur para siswa yang salah dalam melakukan beberapa gerakan. (Mudofar)