Slider

Krakatau Radio hadir lebih dari sekedar radio lokal, seiring berkembangnya teknologi, Krakatau Radio terus mengembangkan diri menjadi media radio yang multi, selain dapat didengar melalui radio konvensional, Krakatau Radio juga bisa di dengar melalui Streaming di www.krakatauradio.com atau di program aplikasi Erdioo melalui Blackberry & Android. Selain itu Krakatau Radio juga tidak hanya melayani jasa promosi radio tapi juga jasa EO, Program Pendampingan Masyarakat, CSR, Konsultan dan lain-lain. Untuk reservasi silahkan hub 0253-802239 atau di 085213439997

EVENTS

News

Wisata Dan Budaya

SELEBRITIS

MUSIK

TIPS

GALERI

Banjir Kembali Terjang Pandeglang



KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Hujan yang mengguyur sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pandeglang, sejak Kamis (23/4/2015) malam, hingga Sabtu (25/04/2015) pagi, mengakibatkan banjir di beberapa Kecamatan di Pandeglang. Banjir tersebut diantaranya di Kecamatan Sobang, Patia, Pagelaran, Sukaresmi, Panimbang, Saketi, Munjul, Picung dan Angsana.

Berdasarkan Short Message Service (SMS) yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, informasi sementara, ratusan rumah terendam.

Salah satu warga Sobang, Nesa Reva mengatakan, hujan deras yang mengguyur kawasan Pandeglang bagian selatan mengakibatkan banjir di sekitar Sobang dan Panimbang. Menurutnya, banjir melanda sejak Jumat (24/04) malam setinggi lutut orang dewasa.

Selain di pemukiman warga, banjir juga menggenangi area pesawahan milik warga. Berdasarkan informasi, area sawah di Desa Bulagor dan Sukadame Kecamatan Pagelaran tergenang banjir setinggi lutut.

Selain di Pagelaran, banjir juga menggenangi area pesawahan di Desa Kadubera Kecamatan Picung. Dalam kiriman komentar pada facebook Krakatauradio, Sabtu (25/04) pagi, beberapa komentar dari pengguna akun facebook menuliskan tentang bencana banjir disertai dengan foto banjir yang menggenang sawah.

Bahkan, sebuah rumah milik warga di Kampung Makui, Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, ambruk dihantam hujan deras. Kejadian ambruknya rumah tersebut terjadi pada Jumat (24/04/2015) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sejauh ini, belum diketahui berapa total jumlah rumah warga dan total area pesawahan yang terkena dampak banjir. (Mudofar/937)

2 Kecamatan di Pandeglang Rawan Kegiatan Prostitusi


Kepala Satpol PP Pandeglang, Agus Priyadi M

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang, Agus Priyadi Mustika mengatakan, di Kabupaten Pandeglang terdapat 2 Kecamatan yang rawan akan kegiatan prostitusi. 2 Kecamatan tersebut, Kecamatan Panimbang dan Kecamatan Carita.

“2 Kecamatan ini masuk dalam pantauan kita, karena banyak tempat-tempat yang menyalahi aturan. Selain diantaranya belum mengantungi izin, juga banyak yang menyalahgunakan. Hal ini jelas sangat meresahkan masyarakat,” katanya saat ditemui dalam kegiatan penyuluhan praktek prostitusi di Kantor Kecamatan Panimbang, Kamis (23/04).

Agus menjelaskan, 2 Kecamatan tersebut, merupakan kawasan yang rawan akan adanya kegiatan prostitusi, karena banyak tempat hiburan yang berkedok rumah makan atau menyalahgunakan izin.

“Yang kita soroti sekarang ini ada 2 Kecamatan, Panimbang dan Carita. Mungkin kedepan kita akan berkoordinasi dengan Polres Pandeglang, akan memberantas praktek ini dengan masuk kos-kosan. Karena itu namanya prostitusi yang terselubung, ini pastinya ada juga,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Panimbang, Agus Amin Mursalim mengatakan, beberapa tempat yang terindikasi dijadikan praktek prostitusi di Kecamatan Panimbang tersebar di lima tempat. Menurutnya, dari kelima tempat tersebut, semuanya tidak mempunyai izin.

“Ada 5 tempat yang terindikasi dijadikan tempat praktek prostitusi, diantaranya di Solodengeun ada dua tempat, di Ciheru, di Mekarsari kemudian yang paling ujung di cipanon. Informasi dari masyarakat, satupun tidak berizin. Setelah kita investigasi ke lapangan, ada yang punya izin, tapi izinya dari lingkungan saja. Mereka semula mau mendirikan tempat makan, tapi prakteknya disinyalir tempat beredar transaksi prostitusi dan minum-minum, sehingga masyarakat banyak yang mengeluh,” ungkap Camat.

Camat menambahkan, pihaknya bersama Satpol PP setempat sering melakukan razia, namun razia seringkali bocor sehingga petugas sering mendapatkan hasil nihil.

“Kita langsung razia langsung. Tetapi kadang-kadang operasi ini bocor sehingga tidak didapatkan apa yang masyarakat ajukan,” tambahnya. (Mudofar/937)

Satpol PP Gelar Penyuluhan Prostitusi


Sejumlah narasumber dari Satpol PP Pandeglang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Panimbang, dan Puskesmas Panimbang memberikan materi di kegiatan penyuluhan praktek prostitusi, di aula Kantor Kecamatan Panimbang, Kamis (23/04/2015)

KRAKATAURADIO.COM, PANIMBANG - Maraknya sejumlah tempat berkedok rumah makan namun malah dijadikan tempat berbuat mesum di beberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang, menggelar Penyuluhan Praktek Prostitusi, di aula Kantor Kecamatan Panimbang, Kamis (23/04/2015).

Kepala Satpol PP Pandeglang, Agus Priyadi Mustika mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat di Kecamatan Panimbang agar dapat mencegah akan adanya praktik kegiatan prostitusi yang berpotensi dapat merugikan semua pihak.

“Kami melakukan ini untuk pencegahan kepada masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya penyuluhan ini masyarakat mengetahui apa itu namanya prostitusi, bahayanya prostitusi yang terkait dengan masyarakat di Panimbang. Saya berharap masyarakat dan pelaku menyadari dan mereka akan memahami,” katanya saat ditemui di ruangan Camat Panimbang.

Kasatpol PP mengatakan, guna mencegah akan praktek prostitusi ini, harus dilakukan oleh semua pihak, baik itu pemerintah, masyarakat, tokoh ulama, dan orangtua. “Semua faktor tersebut harus bersinergi supaya praktek prostitusi ini bisa diminimalisir. Selain itu, faktor lingkungan berupa masyarakat sekitar juga harus berperan aktif,” tambahnya.

Camat Panimbang, Agus Amin, mengapresiasi kegiatan penyuluhan ini. Menurutnya, dengan adanya penyuluhan ini, sinergitas dan hubungan antara pihak Pemerintah dengan masyarakat akan pemberantasan dan pencegahab prostitusi khususnya di Kecamatan Panimbang, dapat diminimalisir.

“Tentunya kami menyambut baik kegiatan penyuluhan ini, karena memang di Panimbang sendiri, ada beberapa tempat yang terindikasi dijadikan tempat prostitusi, yang pelakunya dan pengelola tempatnya harus diberikan pengertian,” ungkap Camat.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Panimbang, Endang Mulyadi dalam materinya, menjelaskan terkait dampak negatif dari adanya praktek prostitusi ini, diantaranya dapat terkena penyakit menular seperti HIV AIDS.

“Dampak dan bahaya nyata dari prostitusi ini dapat menyebabkan penyakit menular yang mematikan, yaitu HIV AIDS, karena kebiasaan berganti ganti pasangan itu. Kalo orang itu kena, otomatis istri dan calon bayinya juga pasti terkena penyakit mematikan ini,” katanya.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Satpol PP Pandeglang, Agus Priyadi Mustika beserta jajaran Satpol PP lainnya. Adapun, pemateri dari penyuluhan ini menghadirkan nara sumber dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang disampaikan ketua MUI Panimbang, K.H Yusuf Zamzami, Kepala Puskesmas Panimbang Endang Mulyadi, dan dari Satpol PP sendiri. Sementara peserta diantaranya dari pengelola tempat hiburan di Panimbang, beserta satuan masyarakat di Kecamatan Panimbang. (Mudofar/937)

Lama Menghilang, Nineball Bicara Soal Album Baru?


Cukup lama kita tidak mendengar kabar dari Nine Ball di blantika musik Tanah Air. Vakum karena kesibukan dan usaha masing-masing personel, kini Nine Ball kembali ke industri musik tanah air atas permintaan label.

"Ini aneh dan satu-satunya di dunia, ada label yang minta bandnya bikin album. Terima kasih buat Aquarius, itu faktor yang membuat kami bertahan. Mereka support kami untuk bikin album," ungkap sang vokalis, Ray, saat Nine Ball.

"Aquarius juga gak maksa harus sesuai pasar. Tetap jualan tapi musiknya harus dibuat keren," timpal sang gitaris, Yoga.
Selain itu, Nine Ball juga mengungkapkan kalau saat ini mereka sudah menyiapkan lagu-lagu baru bersama beberapa lagu-lagu tabungannya. Walau begitu, band yang berdiri pada tahun 9 September 2000 ini mengaku belum memikirkan untuk me-remake hits single mereka, Hingga Akhir Waktu.

"Sebenarnya kami sudah ada beberapa lagu tabungan dan bisa aja jadi satu album, tapi kami ingin yang fresh, jadi nanti akan ada satu atau dua lagu yang benar-benar baru. Lagu itu emang ajaib ya. Udah banyak juga yang recycle termasuk Gita Gutawa. Tapi belum tahu kalau di album baru nanti bakal di-remake atau enggak, ide bagus tuh," lanjut Ray menjelaskan.

Yoga pun menjelaskan kalau lagu-lagu baru mereka nanti akan tetap seperti dulu yang mengusung gaya musik alternative rock. Ketika ditanya kapan album baru mereka ini akan dirilis, Ray sang vokalis pun memberikan sedikit bocorannya.

"Kemarin udah sempat ketemu untuk ngomongin lagunya. Tiap personel siapin lagu sesuai dengan idealisme masing-masing. Nanti akan ada workshop dan akan ditentuin lagu mana yang akan dipakai untuk single. Rilis album secepatnya, tapi sepertinya habis Idul Fitri sih rilisnya. Kalau sekarang, nanti bakal kepotong bulan Ramadhan," tutup sang frontman Nine Ball tersebut.

Tips Maia Estianty Untuk Bangkit Dari Pahitnya Masa Lalu

Berbicara mengenai sosok wanita super di kalangan selebriti, pasti pikiran kita tak jauh dari nama Maia Estianty. Pentolan Duo Maia ini memang dikenal sangat tegar dalam menghadapi masa lalunya yang cukup kelam.

Seperti diketahui, Maia sempat mengalami kisruh rumah tangga dengan Ahmad Dhani sebelum akhirnya bercerai tahun 2008 silam. Setelah itu, ia dan mantan suaminya sempat berebut hak asuh AL,EL,DUL hingga harta gono-gini.

Tak heran jika akhirnya Maia dilabeli sebagai sosok seorang Kartini masa kini karena keberhasilannya melewati semua masalah dengan tegar. Lalu apa rahasia wanita berusia 39 tahun ini supaya bisa bangkit dari keterpurukan di masa lalu?

"Kalau bangkit tuh karena sebuah rasa kepasrahan total terhadap Tuhan. Jadi misalnya kenapa manusia itu selalu stress? Karena dia merasa terikat dengan duniawi. Misalnya kita memiliki seseorang, kemudian ditinggal pergi, kita kan merasa terikat. Kalau merasa terikat, kita akan stress. Tapi, kalau kita kembalikan kepada Allah, apa pun yang kita miliki bukan punya kita ya di nol-in. Feeling-nya nol itu menjadi lebih ringan ketika kita terikat dengan duniawi," ujar Maia .

Lebih jauh Maia juga memberikan pesan untuk kaum wanita lain yang sama-sama pernah tertimpa masalah berat. Menurutnya, semua masalah yang datang pada manusia itu merupakan sebuah cara komunikasi dari Tuhan yang harus kita hadapi dengan santai dan positif.

"Kalau ada problem, kita tuh harus siap dengan takdir yang sesuai atau takdir yang tidak sesuai dengan kita. Kadang kita diberi ujian, . Kita harus siap dengan yang sesuai dan yang tidak sesuai. Terus kita ikhlas, ridho apa yang kita dapat, kita introspeksi, tobat, Insya Allah masalah itu selesai, jangan dibikin ribet, dibawa santai aja. Aku pikir setiap masalah itu kita yakini aja, apa sih maksud Tuhan buat kita? Pasti ada hikmahnya, akan ada pembelajaran yang baik di depan. Jadi jangan stress kenapa hidup gue begini, kenapa ujian ini ada di gue, kenapa Tuhan itu kejam, nggak boleh gitu. Tapi, positifnya adalah Tuhan mau bicara, apalagi sama kita. Mau diajarin apa sih kita? Yakin kok dengan diberikan ujian itu Allah akan ngasih jalan keluar. Jadi, kita dilatih untuk bergantung pada Allah. Kalau kita udah bergantung sama Allah, kita nggak perlu takut ngapa-ngapain. Ada ujian apapun kita pasrah aja, Insya Allah pasti aman," pungkasnya.

DBD Masih Menjadi Masalah Kesehatan Masyarakat



KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hal itu karena penyakit ini sering menimbulkan kematian bagi penderitanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Deden Kuswan mengatakan, tahun ini DBD di Pandeglang cenderung semakin luas penyebarannya. Deden menjelaskan, penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi virus dengue.

Dia mengungkapkan, kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pandeglang selama 2015 sudah ada 50 orang yang dirawat karena terjangkit penyakit ini, dua diantaranya meninggal dunia.

“Pada 2014 lalu, sebanyak 208 kasus DBD ditemukan, tiga diantaranya meninggal,” ungkapnya.

Berdasarkan beberapa kasus yang ditemukan di beberapa wilayah Puskesmas inilah, maka Dinkes Pandeglang melakukan Evaluasi Penanggulangan DBD.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Pandeglang, dr. Firmansyah mengatakan, upaya penangggulangan DBD ini diperlukan kerja sama antarlintas sektor dan lintas program.

“Kecepatan tindak lanjut penanggulangan dan pengendalian kasus DBD dipengaruhi ketepatan dan kelengkapan laporan, khususnya dari puskesmas dan rumah sakit,” katanya.

Firmasnsyah menjelaskan, perencanaan dalam upaya penanggulangan DBD dengan seluruh pengelola program di Puskesmas sangat dibutuhkan, mengingat sekarang ini masih musim penghujan.

“Bagi warga masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan endemis DBD agar cepat tanggap untuk segera membersihkan lingkungan sekitar, serta membersihkan sarang nyamuk dan tempat-tempat yang berpotensi berkembangbiaknya jentik nyamuk DBD,” jelasnya. (Mudofar/Dinkespandeglang.blogspot.com)

Hari Bumi : Luas Hutan Pandeglang Terus Menyusut



KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.

Namun, di momentum Hari Bumi, kondisi hutan yang ada di Kabupaten Pandeglang, justru terus menyusut.



Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi mengaku prihatin karena luas hutan di Kabupaten Pandeglang yang terus menyusut setiap tahunnya. Menurutnya, hal ini dikarenakan karena makin bertambahnya jumlah penduduk yang berdampak pada penambahan lahan hunian serta lahan ekonomi lainnya.

Atas dasar kondisi ini, Bupati Erwan meminta seluruh stakeholder dan masyarakat meningkatkan intensitas menanam pohon. Tujuannya tiada lain agar terjadi keseimbangan alam dan mencegah hal-hal tak diinginkan seperti bencana longsor dan bencana alam lainnya.

“Kondisi hutan dilingkungan kita dari tahun ke tahun kian mengalami penurunan atau degradasi. Harus terus dilakukan gerakan menanam pohon untuk mencegah bahaya akibat hutan gundul. Hutan juga sangat bermanfaat sekali untuk kelestarian lingkungan kita,” kata Erwan saat membuka kegiatan penanaman sejuta pohon di daerah penyangga Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), yang diselenggarakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Sumur, Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, akhir pekan kemarin.

Aksi penanaman sejuta pohon, menurut Bupati sangat istimewa karena ini wujud keperdulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. “Elemen masyarakat lainnya harus termotivasi melakukan kegiatan yang sama. Jika semua menanam maka hutan kita akan tetap lestari,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu anggota Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himala) UNMA Banten, M. Yunus mengatakan, kondisi hutan di Pandeglang, selain menyusut akibat banyak ditebang, juga sudah mulai tercemar.

Ia mencontohkan, di hutan Pulosari saat ini sudah banyak penebangan pohon dan pencemaran lingkungan yakni kebiasaan membuang sampah sembarangan.

"Belum lama ini kami mendaki ke gunung Pulosari, disana sekarang selain banyak pohon yang ditebang, juga banyak berdiri bangunan-bangunan seperti warung dan tempat kamar mandi. Memang bangunannya berupa gubug, namun dampak keberadaan sampah juga semakin banyak, karena biasanya sampah bekas makanan dan minuman jarang dibersihkan," ucapnya saat menjadi narasumber di acara talkshow Ngopi, dalam program Mumuluk, Rabu (22/04). (Mudofar/937)