Slider

Krakatau Radio hadir lebih dari sekedar radio lokal, seiring berkembangnya teknologi, Krakatau Radio terus mengembangkan diri menjadi media radio yang multi, selain dapat didengar melalui radio konvensional, Krakatau Radio juga bisa di dengar melalui Streaming di www.krakatauradio.com atau di program aplikasi Erdioo melalui Blackberry & Android. Selain itu Krakatau Radio juga tidak hanya melayani jasa promosi radio tapi juga jasa EO, Program Pendampingan Masyarakat, CSR, Konsultan dan lain-lain. Untuk reservasi silahkan hub 0253-802239 atau di 085213439997

EVENTS

News

Wisata Dan Budaya

SELEBRITIS

MUSIK

TIPS

GALERI

Penambahan Sarana Ibadah Masjid Agung As-Salafie Caringin Terkendala Biaya



Pihak panitia bersama keturunan dari Syech Asnwai Caringin, Ibu Ratu Khusniah, saat meletakan batu pertama pembangunan perluasan sarana ibadah sholat Mesjid As-Salafie di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kamis (27/08/2015)

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Rencana penambahan sarana ibadah Mesjid Agung As-Salafie yang terletak di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, terkendala biaya.

Setidaknya, anggaran yang dibutuhkan panitia untuk kegiatan pembangunan ini sebesar Rp 400 juta guna penambahan tempat ibadah sholat serta renovasi tempat air wudhu. Sementara, dana sementara yang terkumpul di panitia, baru sebesar Rp 76 juta.

Ketua panitia pengembangan sarana ibadah, Tb. Didi Charizi mengatakan, rencana pengembangan sarana masjid tersebut sudah dimulai sekitar beberapa bulan yang lalu, melalui musyawarah yang dilakukan bersama unsur tokoh masyarakat dan alim ulama.

“Untuk merehab ini, kami sebulan yang lalu musyawarah, warga masyarakat diwakili oleh pengurus masjid. Maka terbentuklah kepanitiaan. Jadi ini tidak semena-mena dan sembrono, karena ini dapat suaka maka kami konsultasi,” ujar dia ditemui setelah acara peletakan batu pertama.

Tb. Didi mengaku, sudah berkonsultasi dengan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang selama 2 bulan untuk menentukan lokasi mana saja yang bisa dipergunakan untuk penambahan tempat sarana ibadah sholat.

“Konsultasi ini selama 2 bulan, karena untuk menghasilkan persepsi yang sama. Jadi dari purbakala kami meminta agar nilai-nilai purbakalanya tidak hilang, tapi kami juga bagaimana dalam hukum syara’ supaya bisa lancar,” jelas dia.

Saat disinggung mengenai anggaran yang diperlukan, Didi mengatakan, pihak panitia membutuhkan dana sebesar Rp 400 juta. Sementara, saat ini panitia baru mengumpulkan uang sebesar Rp 76 juta hasil dari sumbangan warga masyarakat dan donatur lainnya.

"Sumbangan ini memang dari warga sekitar, kas masjid, dan dari mahabbah-mahabbah lain seperti saudara, teman dekat dan para kepala dinas. Itu sudah terkumpul sekitar Rp 76 juta. Mudah-mudahan dengan adanya peletakan batu pertama ini, jadi banyak investor yang tertarik untuk memberikan sumbangsihnya," tambah dia. 

Camat Labuan, Deni Subrata mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengetahui apakah ada anggaran yang disediakan untuk membantu pembangunan masjid tersebut.

"Kami akan berkoordinasi dulu dengan kabupaten dengan pihak muskala, apakah kira-kira ada dan sudah dianggarkan. Insya Allah saya juga akan menghimbau para donatur atau para dermawan bersama-sama secara pribadi dan kedinasan untuk memberikan sumbangsihnya,” tuturnya. (Mudofar)

Pasangan Calon Gelar Deklarasi Kampanye Damai dan Pawai Bersama



Mobil yang digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang, saat menggelar pawai bersama, melintas di Kecamatan Labuan, Kamis (27/08/2015).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang, bersama 3 pasangan calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, menggelar deklarasi kampanye damai, dibalai budaya Pandeglang, Kamis (27/08/2015).

Dalam deklarasi tersebut, para pasangan calon juga menyampaikan visi misinya dalam membangun Pandeglang. Setelah penyampaian visi misi, agenda dilanjutkan dengan pawai bersama dengan rute Pandeglang - Mandalawangi – Jiput - Labuan - Saketi – Pandeglang.

Ketua Pokja Pencalonan KPU Pandeglang, Ade Mulyadi mengatakan, untuk pawai kampanye damai ini tiap pasangan calon hanya boleh diikuti maksimal 25 unit kendaraan roda empat, satu mobil bak terbuka untuk mengangkut sound system dan untuk kendaraan roda dua tidak diperbolehkan.

“Tanggal 27 Agustus ini, kita gelar kampanye damai dan pawai bersama seluruh pasangan calon bupati dan wakil bupati agar masyarakat juga menyaksikan bahwa ini adalah hajat semua bukan hanya hajat pasangan calon,” ujar Ade.

Berdasarkan pantauan, pawai bersama ini terlihat melewati Kecamatan Labuan sekitar pukul 14.00 WIB, yang dimulai oleh pasangan no urut 1 dari jalur independent yakni Aap Aptadi dan Dodo Djuanda diikuti rombongan puluhan unit kendaraan lainnya.

Sementara, pasangan no urut 2, yakni Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban, terlihat melintas di depan kantor Krakatau Radio, sekitar 15 menit kemudian, disusul pasangan no urut 3, Ratu Siti Romlah dan Yan Riadi.

Sebelumnya, Kanit Turjawali Satlantas Polres Pandeglang, IPDA Mugiono mengatakan, untuk memperlancar pawai ini tiap rombongan pasangan calon akan dikawal satu mobil voorider.

“Selain anggota yang kami siapkan di lokasi kegiatan, juga pengamanan di jalur yang dilalui serta di tiap Polsek yang dilalui. Terlibat pengawal enam anggota Lantas dan pengamanan jalur 35 anggota,” terangnya.

Pihaknya juga akan mengatur pemberangkatan rombongan pawai agar tidak terlalu panjang. Sebab, meski pawai kampanye, hak masyarakat untuk menggunakan jalan juga perlu dihargai.

“Pawai ini selain kami harapkan lancar juga peserta pawai tetap mematuhi aturan lalu-intas serta tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya. (Mudofar)

BPBD Banten Segera Kelola Bangunan Shelter Tsunami



Bangunan shelter tsunami di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Kesehariaannya dipergunakan untuk parkir mobil angkot. Foto diambil Rabu (26/08/2015)

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, akan segera mengelola bangunan shelter tsunami yang terletak di Kampung Sawah Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Bangunan yang kesehariannya dipakai untuk parkir angkutan kota (angkot) tersebut, juga akan mendapat sejumlah perbaikan.

“Kita akan mengambil alih (bangunan shelter) dan sudah menyiapkan dana untuk perbaikan sebesar 1,7 miliar untuk shelter di Labuan dan Wanasalam Lebak. Beberapa kali kami sudah rapat di Labuan, menyikapi tindakan kedepan. Saya sudah meminta BPBD Pandeglang untuk melibatkan semua unsur masyarakat supaya ikut mengawasi,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Bencana pada BPBD Provinsi Banten, Uus Kuswoyo, Rabu (26/08).

Uus mengatakan, rencana tersebut akan direalisasikan ditahun ini dengan melibatkan semua unsur masyarakat. “Persoalannya selama ini, masih belum ada penyerahan ke kita. Kalo masih kewenangan pihak ketiga, kita tidak bisa berbuat apapun. Kalo di bulan Agustus ini bisa diserahkan, baru kita bisa action,” katanya.

Menurut Uus, pihaknya sudah merencanakan berbagai kegiatan, diantaranya merehab bangunan dan akan menyediakan pos penjaga untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

“Rencananya kita akan membangun secretariat dibawah bangunan, yang menjaga kondisi disana. Karena shelter itu kalo ditutup juga salah, takut ada bencana kunci tidak ada. Tidak ditutup pun bermasalah. Harusnya kita tempatkan orang disana, digaji per shiftnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, membenarkan dalam waktu dekat pemerintah melalui BPBD akan mengelola bangunan tersebut. “Sementara ditunjuk oleh pemerintah pusat ke BPBD Banten. Nanti hal-hal yang lain mungkin yang bisa kelola oleh kita, akan dikelola. Tetep walaupun provinsi yang mengelola, kita yang merekomendasikan hal-hal teknisnya,” kata Doni ketika dikonfirmasi. (Mudofar)

GREBEG SAHUR WITH SARIMI 2015






















Pengambilan Nomor Urut Calon Dijaga Ketat Kepolisian


Para tamu undangan yang akan memasuki acara rapat pleno pengundian nomor urut, harus diperiksa terlebih dahulu oleh petugas kepolisian dari Polres Pandeglang.

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Pihak kepolisian dari Polres Pandeglang, memeriksa ketat tamu undangan dan pendukung pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang akan menyaksikan langsung pelaksanaan Rapat Pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, di CAS Waterpark Cikole, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Selasa (25/08/2015) pagi.

Berdasarkan pantauan, tamu undangan yang ingin memasuki aula tempat berlangsungnya acara, harus melewati dua kali penjagaan ketat dari aparat kepolisian dari Polres Pandeglang.

Dipintu pertama, para tamu undangan mengisi daftar hadir terlebih dahulu. Sementara, didepan pintu tempat berlangsungnya acara, barang-barang tamu undangan diperiksa oleh petugas.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Suja'i sebelumnya mengatakan, di hari Selasa (25/08) dijadwalkan pengundian nomor urut yang melibatkan pihak keamanan. "Kita sudah membahas persoalan itu, melibatkan pihak kepolisian dan pihak lainnya yang berkaitan dengan masalah teknis pengambilan nomor urut," kata Suja'i. (Mudofar)

Romlah: Dapat no Berapaun, Yang Penting Menang


Calon Bupati Pandeglang, Siti Ratu Romlah dan wakilnya Yan Riadi, dalam acara rapat pleno terbuka pengundian no urut pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, di aula CAS Waterpark, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Selasa (25/08/2015).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Calon Bupati Kabupaten Pandeglang yang diusung partai Demokrat dan PDI Perjuangan, Siti Ratu Romlah, tidak masalah mendapatkan no urut 3. Menurut Romlah, no berapapun yang didapat, pihaknya menargetkan untuk menang.

“Kalo saya semua nomor sama saja, yang penting menang. Apalagi kalo no 3 ya. Pertama buat saya satu Allah, kedua nabi Muhammad, ketiga Adam. Jadi no 3 itu lebih top,” ujar Romlah didampingi Wakilnya Yan Riadi setelah rapat pleno terbuka pengundian no urut pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pandeglang tahun 2015, di aula CAS Waterpark, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Selasa (25/08/2015).

Saat ditanya berapa suara yang ditargetkan oleh pihaknya, Romlah tidak menargetkan berapa persen suara yang akan ia targetkan. “Berapa persen ya, ibu ga tau ya, tapi liat update aja ya. Kita tidak bisa mendahului takdir Allah. Jadi kalo Allah katakan itu takdir saya yang terbaik insya Allah kita mengamini,” ungkapnya. (Mudofar)