MTQ Akan Digelar di Tengah Pandemi, Panitia Perketat Protokol Kesehatan

Rakor Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Kabupaten Pandeglang di Oproom Setda Pandeglang, Kamis (17/06/2021).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 28 tingkat Kabupaten Pandeglang akan tetap digelar. Rencananya event 2 tahunan ini akan dilakukan di bulan Agustus 2021 di Kecamatan Carita dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Pery Hasanudin mengatakan, pelaksanaan MTQ tahun ini tetap akan dilaksanakan pada 2 sampai 5 Agustus 2021 dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Dipastikan, event tersebut tidak akan menghadirkan banyak orang untuk menghindari kerumunan.

 

“MTQ sudah menjadi agenda rutin pemerintah daerah, tetapi pelaksanaanya kita sesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19,” kata Pery usai Rapat Koordinasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) di Oproom Setda, Kamis (17/06).

 

Nanti dalam pelaksanaannya, kata dia, panitia akan memperketat protokol pencegahan Covid-19. Selain itu pawai ta’aruf juga ditiadakan.

 

“Teknis kegiatanya sudah kita atur, tidak ada mobilisasi masa, tidak ada pawai dan peserta yang hadir kita batasi, dan tentu saja penerapan protokol kesehatan diperketat,” sambungnya.

 

Baca: Pembangunan Huntap Korban Tsunami Selat Sunda di Sumur Telan Anggaran Rp 19 Miliar

 

Baca: Tahapan Pilkades di Pandeglang Akan Masuki Penelitian Berkas pada 22 Juni

 

Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Pandeglang, Hadizt Muntaha menuturkan, pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2021 dipusatkan di Mutiara Carita.

 

“Meskipun ditetapkannya kecamatan Carita menjadi pusat penyelenggaraan MTQ bukan berarti kecamatan Carita berstatus tuan rumah karena dalam hal ini pelaksanaan MTQ tidak ada penetapan status tuan rumah,” ujar dia.

 

Ia menyebut, mengingat penyelenggaraan MTQ kali ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, maka panitia akan menerapkan Prokes secara ketat seperti para peserta yang akan dibatasi.

 

“Misalkan untuk acara pembukaan saja kita akan batasi satu kecamatan hanya diwakili beberapa orang saja. Selain itu kita atur jam pelaksanaan masing-masing venue agar bergantian tidak ada tampil secara berbarengan. Jenis perlombaan yang dipertandingkan pada MTQ kali ini ada 5 cabang 9 golongan,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.