Banjir di Pandeglang Surut, Masyarakat Diminta Waspada Penyakit

Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat meninjau korban terdampak banjir di Desa Bungurcopong, Kecamatan Picung, Rabu (04/01/2023).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang sudah mulai surut, Kamis (04/01/2023). Namun, masyarakat diminta waspada karena beberapa penyakit akan hinggap di tubuh warga yang rumahnya diterjang banjir bila daya tahan tubuh mereka sedang lemah.

 

Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang, Beni Madsira mengatakan, saat ini masyarakat yang terkena dampak banjir dapat beraktivitas kembali. Ia menyebut, wilayah yang terdampak banjir diantaranya Kecamatan Patia, Panimbang, Sobang, Sukaresmi, Sindangresmi, Picung dan wilayah lainnya.

 

“Semua kondisi sudah surut laporan dari teman-teman KBS dan tagana, di Patia daerah Idaman juga Cimoyan sudah surut semua, kemudian di Sukaresmi juga sudah surut, tinggal teman-teman sekarang melakukan verifikasi data terdampak karena ada perintah dari dinas sosial untuk melakukan pengajuan logistik untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di pasca banjir ini,” kata dia.

 

Selain mendata, pihaknya juga berkoordinasi dengan Puskesmas setempat melakukan pengobatan bagi warga yang berpotensi terkena penyakit pasca banjir, diantaranya diare, infeksi saluran pernapasan, flu ringan hingga berat, cacar air, dan campak.

 

“Karena biasanya di pasca banjir ini penyakit akan datang, juga supaya mengimbau kepada masyarakat agar melakukan bersih-bersih di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

 

Ia mengimbau agar masyarakat yang daerahnya berpotensi banjir, untuk senantiasa waspada dan siaga, karena potensi hujan deras masih akan terjadi sampai bulan Februari.

 

Baca: Jalan Picung-Munjul Mulai Kini Sudah Bisa Dilalui, Bupati Apresiasi Kerja Cepat Pemprov Banten

 

Baca: KPU Pandeglang Lantik 175 Anggota PPK Jelang Pemilu 2024

 

Sementara, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku dalam penanganan benca banjir, langkah pertama yang dilakukan Pemerintah daerah yakni keselamatan warga dan secepatnya memberikan bantuan logistik untuk kebutuhan sehari-hari.

 

“Kami telah instruksikan pihak BPBD, Dinsos dan jajaran terkait lainnya untuk secepat mungkin menyalurkan bantuan, karena dalam hal penanganan banjir Pemerintah daerah harus bertidak cepat membantu para korban, baik melakukan evakuasi serta memberikan bantuan, yang jelas keselamatan dan kebutuhan warga jadi prioritas utama,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.