Pelepasan Tukik Dalam Rangka Melestarikan Satwa Laut

Pelepasan tukik di pantai Carita, tepatnya di Mutiara Carita Cottages, Minggu (09/07/2023) sore.

KRAKATAURADIO.COM, CARITA
- Sebanyak 72 bayi penyu atau tukik dilepasliarkan ke laut bebas dalam upaya pelestarian satwa laut. Pelepasan ini dilakukan oleh Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC) bersama Mutiara Carita Cottages, di area pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu (09/07/2023) sore.

 

Untuk diketahui, penyu merupakan salah satu satwa yang dilindungi dan dilarang untuk diperdagangkan oleh Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

 

Pemilik Mutiara Carita Cottages, DR. Boedi Mranata mengatakan, kegiatan pelepasan tukik ini bertujuan untuk melestarikan satwa laut. Pihaknya mengaku ikut peduli dalam menjaga keseimbangan alam khususnya penyu.

 

“Bagus, sebab makin lama kan tukik atau penyu ini makin langka, sebab masih ada perburuan penyu-penyu besar makanya makin lama pemerintah makin ketat. Penyu memang punya umur panjang bisa sampai seratus tahun cuma tukik ini masih rentan dan katanya survive nya ini cuma satu sampe dua persen,” kata dia ditemui usai melepasliarkan tukik.

 

Boedi Mranata mengaku sangat mendukung dan turut serta dalam pelepasan tukik ini. Melalui momentum ini, ia juga mengajak warga dan wisatawan untuk senantiasa peduli dengan pelestarian lingkungan.

 

“Harus didorong gerakan seperti ini. Saya kira teman-teman baik dari konservasi dan yang lainnya juga udah bagus, dia mengamankan lingkungan hidup seperti karang laut, penyu dan lainnya,” ujarnya.

 

Tukik yang dilepasliarkan di kawasan wisata Carita, tepatnya di Mutiara Carita Cottages, Minggu (09/07/2023).
 

Baca: Bersilaturahmi dengan Warga Labuan, Muhammad Rihabulloh Disambut Baik

 

Baca: Orang Hilang, Eko Prasetyo Pergi Tak Pulang-pulang, Warga Pandeglang Tolong Bantu!

 

Saat ditanya terkait bertelurnya penyu di tempat yang ramai seperti Carita, Boedi menuturkan jika dilihat dari kebiasaan, penyu betina akan kembali ke tempat kelahirannya. Mereka bertelur di tempat induk mereka dulu bertelur.

 

Untuk itu, ia meyakini pantai Carita dulunya merupakan tempat yang berpasir lembut dan bersuhu hangat dan cocok untuk mengerami telur-telur penyu.

 

“Sebetulnya penyu itu kan dia balik ke tempat asalnya dia dilahirkan. Kalau kita melihat begitu, dulu kalau lihat dari posisi sejarah ekologi Carita, kan dulu ini laut pasti banyak juga penyu penyu hidup disini. Yang lebih menyolok itu kalau kita lihat di danau kembar kita gali kan itu ada karang-karang besar itu, berarti mungkin ribuan tahun lalu disini itu lautnya sangat jernih dan bersih,” paparnya.

 

Baca: Peristiwa Langka, Puluhan Tukik Menetas di Pantai Carita yang Ramai. Pertanda Apa?

 

Ditempat sama, ketua KPPC, E.A. Supriadi Franky menambahkan, pelepasan tukik ini perlu dijadikan sebagai langkah untuk memulihkan dan melindungi kelestarian ekosistem. Sebagai upaya pemulihan konservasi di wilayah Kabupaten Pandeglang dan sekitarnya.

 

“Ini adalah bagian kecil yang kami lakukan untuk terus mengkampanyekan Carita bersih dan indah. Oleh karena itu kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, diantaranya Mutiara Carita Cottages yang juga konsen terhadap lingkungan alam dengan cara melepas tukik ini,” tandasnya.

 

Sebelumnya, kawasan pantai Carita, Pandeglang, yang notabene merupakan kawasan wisata yang ramai pengunjung telah dijadikan tempat bertelurnya penyu, tepatnya di belakang Hotel Lippo, Kecamatan Carita.

 

Peristiwa ini sangat langka karena biasanya penyu hanya bertelur di pantai berpasir yang sepi dari aktivitas manusia dan suara ramai. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.