Ikut Wisuda, 40 KPM PKH di Mandalawangi Resmi Graduasi mandiri
![]() |
| Sebanyak 40 KPM PKH di Kecamatan Mandalawangi, mengikuti graduasi mandiri, Jumat (06/03/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, MANDALAWANGI - Sebanyak 40 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, mengikuti wisuda graduasi mandiri atau dinyatakan lulus dari kategori tersebut. Artinya, mereka dinilai dapat memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Katim Pendamping PKH Pandeglang, Ahmad Suhari mengatakan, graduasi mandiri terjadi ketika sebuah keluarga dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara berkelanjutan tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.
“Keberhasilan ini salah satu target dan juga kesadaran dari masyarakat sehingga mereka bisa graduasi mandiri dan tidak tergantung lagi terhadap bantuan pemerintah,” kata dia, pada acara Wisuda Graduasi Mandiri KPM PKH Tahun 2026, di aula kantor Kecamatan Mandalawangi, Jumat (06/02).
Kesuksesan 40 keluarga tangguh ini diharapkan menjadi inspirasi bagi KPM lainnya untuk terus berjuang mencapai kemandirian, demi mewujudkan Kabupaten Pandeglang yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
“Ini ada kesadaran dari KPM dan target pendamping. Untuk kecamatan lain sudah melakukan graduasi tapi belum di wisuda. Tahun 2025 itu mencapai 792 se Pandeglang. Target tahun sekarang per pendamping itu 24 tapi itu usulan,” ujar pria yang akrab disapa Ucu ini.
Baca: Embarkasi Haji Banten Siap Beroperasi 2026
Baca: Pertengahan Ramadan, Harga Ayam Potong di Pasar Tembus Rp 40 Ribu
Camat Mandalawangi, Yani Sastra Negara mengapresiasi peningkatan kemandirian hidup warganya. Menurut dia, capaian ini diharapkan dapat dijaga dan ditingkatkan melalui pengembangan usaha, pengelolaan keuangan yang bijak, serta peningkatan keterampilan.
“Wisuda hari ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Keputusan Bapak dan Ibu untuk lulus secara mandiri adalah langkah mulia, yang membuka kesempatan bagi keluarga lain yang masih membutuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, graduasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang dikerjakan bersama-sama. Negara hadir untuk memberikan melalui stimulasi bantuan-bantuan, dan pada akhirnya para warga tersebut bisa mandiri.
“Sekarang waktunya gantian, biar yang lain merasakan,” tutupnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar