Ketua DPRD Pandeglang Resmikan Dapur MBG Sukamaju: Cetak Generasi Emas
![]() |
| Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, H. Tb. A. Khatibul Umam, menghadiri grand opening dan launching dapur MBG SPPG Sukamaju Labuan, Yayasan Roudotul Islamiah Umbul, Jumat (06/03/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang, H. Tb. A. Khatibul Umam, secara resmi meresmikan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukamaju Labuan. Ia menekankan bahwa program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mencetak generasi emas dan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk masa depan Indonesia.
Hal itu dikatakannya saat menghadiri grand opening dan launching dapur MBG SPPG Sukamaju Labuan, yang diisi dengan tasyakuran sekaligus santunan anak yatim, Jumat (06/03/2026).
Kehadiran politisi Golkar ini merupakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui asupan gizi.
Menurut dia, pemberian makanan bergizi gratis adalah kunci untuk memutus rantai stunting dan memastikan anak-anak sekolah dapat belajar dengan konsentrasi maksimal.
“Tujuan MBG ini adalah supaya masyarakat kita tidak kekurangan gizi, tidak ada lagi yang stunting. Kita ingin menciptakan generasi emas agar anak-anak bisa belajar dengan baik dan fokus,” kata dia dalam sambutan.
Pria yang baru-baru ini dikukuhkan menjadi Ketua DPD Golkar Pandeglang ini juga berpesan kepada Owner SPPG Sukamaju yakni Aip Miftahudin, agar senantiasa memberikan pelayanan dan kualitas makanan yang terbaik bagi masyarakat. Menurut dia, jangan sampai ada keluhan dari warga mengenai kualitas makanan yang diberikan.
“Kesempatan buat sahabat saya, ka Aip. Jarang orang yang punya kesempatan seperti ini. Jadi harapannya pelayanannya harus yang terbaik, jangan sampai kita mendapatkan aduan,” ujarnya.
Baca: Bangun Kemandirian dan Harmoni, Ir. Toto Hartanto Bakar Semangat Relawan MBG Sukamaju Labuan
Baca: Lulu Jamaludin Dinobatkan Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan
Haji Agus melanjutkan, makanan yang disajikan harus memenuhi standar gizi dan layak konsumsi bagi siswa serta ibu hamil, ibu menyusui dan balita atau B3.
Keberadaan SPPG, lanjutnya, tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah dan B3 saja, melainkan juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta peningkatan aktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal.
“Dalam satu SPPG ada puluhan pekerja, kalau tidak salah sekitar 47 orang. Artinya ada pemberdayaan bagi warga sekitar. Selain itu pelaku UMKM di sekitar juga akan lebih hidup. Karena bahan pangan yang dibutuhkan SPPG itu dari para pelaku usaha di wilayah setempat,” tutupnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar