Tim Gabungan Lakukan Penyisiran Cari Wisatawan Tenggelam di Pantai Carita
![]() |
| Proses pencarian terhadap korban tenggelam, wisatawan asal Kabupaten Tangerang, di kawasan wisata Carita, Kabupaten Pandeglang, Jumat (13/03/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Tim gabungan dari Satpolair Polres Pandeglang bersama Basarnas Banten, Balawista, BPBD Pandeglang, dan masyarakat terus berupaya melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap seorang remaja asal Kabupaten Tangerang yang dilaporkan tenggelam di kawasan wisata Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang.
Pencarian intensif dilakukan pada Jumat (13/3/2026) pagi, menyusul laporan hilangnya korban di area Pantai Kondominium Lippo Utara pada Kamis (12/3/2026) sore hari.
Kasatpolair Polres Pandeglang, AKP Toerip Tasega terjun langsung memimpin personel untuk melakukan penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian. Menggunakan kapal patroli, tim gabungan memfokuskan pencarian di titik-titik yang diduga menjadi lokasi terseretnya korban.
“Kami tim gabungan dari Satpolair Polres Pandeglang bersama Basarnas melaksanakan pencarian dan penyelamatan terhadap satu orang korban tenggelam yang berada di kawasan pantai wisata Carita, tepatnya di Condominium Lippo Utara,” kata dia saat memberikan keterangan di atas kapal patroli.
Hingga berita ini diturunkan, tim masih berjibaku menyisir ombak di sekitar pantai tersebut. AKP Toerip memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar dan korban dapat segera ditemukan dalam waktu dekat.
“Saat ini kami bersama tim gabungan Basarnas sedang menyisir di lokasi kejadian. Mohon doanya dan mohon semangatnya, mudah-mudahan korban bisa ditemukan secepatnya,” tambahnya.
Baca: Wagub Cek Bang Andra di Lebak, Sulap Jalan Rusak Jadi Mulus
Baca: Polres Pandeglang Siapkan 5 Pos Pengamanan Arus Mudik
Diketahui, korban bernama Raka Mudiawan (14), warga Rajeg, Kabupaten Tangerang. Korban datang bersama rombongan wisatawan yang berjumlah sekitar 45 orang untuk menggelar kegiatan buka puasa bersama di kawasan pantai tersebut.
Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB. Tidak lama, beberapa orang termasuk korban turun ke pantai untuk berenang.
Ketua Balawista Nasional, Ade Ervin mengatakan, rekan-rekan korban sebenarnya telah mengingatkan agar tidak berenang karena waktu sudah mendekati Magrib dan kondisi arus laut cukup kuat. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan.
“Sekitar pukul 17.45 WIB, korban diduga terseret arus laut. Warga sekitar bersama teman-teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan hilang,” tandasnya.
Saat kejadian, korban diketahui mengenakan celana pendek berwarna hitam dan tidak menggunakan kaos. Sejumlah saksi yang berada di lokasi di antaranya Fahri, Daniel, Anam, Amin, Epul, Rayhan yang merupakan teman korban, serta Embang yang merupakan warga setempat. (Mudofar)

Tidak ada komentar