Belasan Eks Napiter Ikuti Pelatihan Jadi Teknisi AC

Pembukaan pelatihan teknisi AC di BPSDMD Banten, Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang, Kamis (30/04/2026).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Sebanyak 19 mantan narapidana (napi) kasus terorisme mulai menata kehidupan baru dengan mengikuti pelatihan teknisi Air Conditioner (AC) di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.

 

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya reintegrasi sosial setelah para peserta menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengakui Pancasila.

 

Para peserta diketahui merupakan eks anggota Jamaah Islamiyah yang kini berkomitmen meninggalkan paham lama dan memulai hidup baru. Pelatihan tersebut diinisiasi oleh Densus 88 Antiteror Polri dan didukung oleh PT Astra International sebagai bagian dari program pencegahan tindak pidana terorisme sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.

 

Dept Head Strategic Business Intelligent PT Astra International, Jaka Fernando mengatakan, pelatihan teknisi AC merupakan bentuk kerja sama berkelanjutan antara Astra dan Densus 88 AT Polri. Kerja sama ini telah dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada 19 November 2024.

 

“Ini merupakan kali keenam pelatihan teknisi AC yang kami selenggarakan bersama Densus 88 untuk para eks napiter dan jaringan teror di Indonesia,” kata dia, Kamis (30/04).

 

Ia menjelaskan, pelatihan teknisi AC dipilih karena kebutuhan akan perawatan dan servis pendingin udara di Indonesia terus meningkat seiring tingginya penggunaan AC di rumah maupun gedung.

 

Pelatihan diikuti 19 peserta yang berasal dari kalangan eks napiter, serta melibatkan unsur Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dari wilayah Banten. Keterlibatan lintas kelompok ini diharapkan dapat memperkuat proses saling mengenal dan mendorong terwujudnya reintegrasi sosial di masyarakat.

 

Baca: Bayar PKB Tanpa KTP Pemilik Pertama, Berlaku Hingga Akhir 2026!

 

Baca: PNS yang Dilantik Harus Miliki Integritas dan Disiplin Tinggi

 

Selain peningkatan keterampilan, para peserta juga dibekali perlengkapan servis AC agar dapat langsung bekerja setelah pelatihan selesai. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi para peserta sehingga tidak kembali bergantung pada jaringan lama.

 

“Selain itu pelatihan ini juga melibatkan alumni yang telah berhasil dan kini menjadi asisten pelatih, yakni Kusnadi asal Serang dan Kartono dari Bogor. Program deradikalisasi dan reintegrasi melalui pelatihan teknisi AC ini diketahui telah memasuki angkatan ke-6,” terangnya.

 

Sementara itu, Kapolres Pandeglang, AKBP Dhyno Indra Setyadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata upaya deradikalisasi dan reintegrasi sosial bagi mantan napiter.

 

“Kegiatan ini sangat positif sebagai langkah pembinaan berkelanjutan, sehingga para peserta dapat memiliki keterampilan yang bermanfaat, mandiri secara ekonomi, serta mampu berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.