Bupati Kawal Percepatan Program Strategis 2026: Fokus pada Fasilitas Publik dan Pendidikan

Bupati Pandeglang, Dewi Setiani.

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Bupati Pandeglang, Dewi Setiani menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk terus mengawal sejumlah program pembangunan strategis di Pandeglang sepanjang tahun 2026. Fokus utama dalam percepatan ini diarahkan pada sektor fasilitas publik dan pendidikan.

 

Dewi mengungkapkan, Pemda telah mengusulkan revitalisasi pasar tradisional, di antaranya Pasar Badak Pandeglang, Pasar Picung, dan Pasar Bojong. Usulan itu disampaikan saat bertemu dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR, beberapa waktu lalu.

 

Ia berharap pemerintah pusat dapat membantu perbaikan sarana dan prasarana pasar sehingga mampu memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

“Revitalisasi pasar itu penting untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata dia.

 

Selain itu, lanjutnya, Pemda juga tengah fokus menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari. Tidak hanya satu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pembangunan SR kedua.

 

Kami juga sedang mengawal terkait dengan pembangunan Sekolah Rakyat, yaitu di Koranji. Di tahun ini juga, kami sedang mengawal SR yang kedua,” terangnya.

 

Baca: Gubernur Andra Soni Ajak Masyarakat Jadikan Adat Kanekes sebagai Tuntunan

 

Baca: Apel HKB, Kesiapsiagaan Jadi Kunci Meminimalkan Dampak Bencana

 

Selain program SR, Dewi juga memaparkan progres rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi yang berlokasi di Kecamatan Banjar. Program ini dirancang sebagai model pendidikan yang serupa dengan SR, namun dengan format tanpa asrama.

 

Ada juga sedang mengawal terkait dengan Sekolah Terintegrasi. Sekolah Terintegrasi ini seperti Sekolah Rakyat, tapi tidak ada asramanya. Kita sedang mengupayakan yaitu di Kecamatan Banjar, tambah dia.

 

Program lainnya yang terus dikawal, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan dapat memberikan manfaat untuk perekonomian dan keberlangsungan gizi kepada penerima manfaat.

 

Menurut Dewi, langkah progresif ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan akses pendidikan di Pandeglang dan menciptakan fasilitas publik yang lebih inklusif serta manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Meski begitu, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ini memerlukan kontribusi dan sinergi dari berbagai pihak. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.