Jelang Idul Adha, DPKP Pandeglang Terjunkan 7 Tim Periksa Ratusan Lapak Hewan Kurban
![]() |
| Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, melakukan pemeriksaan hewan kurban, Rabu (20/05/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, memperketat pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemeriksaan ini dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, mulai dari tanggal 18 hingga 26 Mei 2026 (H-1 Idul Adha).
Sekretaris DPKP Pandeglang, Wahyu Widayanti mengungkapkan, pihaknya telah membentuk 7 tim khusus yang terdiri dari medik (dokter hewan) dan paramedik veteriner. Tim ini disebar untuk menyisir seluruh lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
“Tugas dari tim pemeriksa lapak kurban tentunya melakukan pendampingan kemudian pembinaan terhadap pelaku yang melaksanakan penjualan di lapak dan juga pengawasan terhadap hewan calon kurban, baik domba, kambing, sapi, maupun kerbau,” kata dia, Kamis (21/05).
Berdasarkan basis data tahun 2025, target pengawasan tahun ini menyasar sekitar 114 lapak. Wahyu menjelaskan, jadwal pemeriksaan di setiap kecamatan akan disesuaikan secara dinamis di lapangan, mengingat waktu pendirian lapak oleh pedagang yang tidak bersamaan.
Namun, ia menjamin seluruh lapak di 35 kecamatan akan terpantau sebelum hari pemotongan.
Dalam pemeriksaan ini, petugas fokus pada dua aspek utama, yakni kelayakan secara syariat Islam dan kesehatan hewan. Petugas memastikan hewan kurban sudah cukup umur, tidak cacat, dan dalam kondisi sehat walafiat.
Selain fisik hewan, aspek higiene, sanitasi lingkungan lapak, serta dokumen lalu lintas ternak juga menjadi sorotan utama. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap penyebaran wabah, mengingat Indonesia belum sepenuhnya terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kami menanyakan data asal ternak dari mana terus kemudian surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal. Hal ini bertujuan untuk melakukan pencegahan sedini mungkin dikhawatirkan ada terbawa penyakit masuk akibat dari lalulintas,” tegasnya.
Baca: Harkitnas, Bupati Ajak Seluruh Warga Pantau Tumbuh Kembang Anak
Baca: Penanganan PJU Nasional di Banten akan Dibenahi
Wahyu menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan ibadah kurban masyarakat Pandeglang, sekitar 40 persen pasokan hewan masih harus didatangkan dari luar daerah. Berdasarkan data Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterima petugas, pasokan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Domba mayoritas berasal dari lokal Banten, Purwakarta, Garut, dan wilayah Jawa Barat lainnya. Sementara sapi sebagian besar didatangkan dari Lampung, Bali, dan Madura,” ucap dia.
Sebagai gambaran, pada Idul Adha tahun 2025 lalu, konsumsi hewan kurban masyarakat Pandeglang yang dibeli melalui lapak tercatat cukup tinggi, yakni sebanyak 2.260 ekor domba, 1.002 ekor sapi, 520 ekor kerbau, dan 69 ekor kambing.
Melalui pengawasan yang ketat ini, DPKP Kabupaten Pandeglang berharap masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan rasa aman dan khusyuk, sekaligus berharap jumlah warga yang berkurban pada tahun 1447 H ini semakin meningkat. (Mudofar)

Tidak ada komentar