Ormas Demo Kantor Kecamatan Labuan, Tuntut Evaluasi Program MBG

Aksi unjuk rasa di kantor Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (07/05/2026).

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Puluhan massa yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gabungan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) 212 melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (07/05/2026). Aksi ini menuntut adanya evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Dalam orasinya, massa menyoroti kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat yang dinilai jauh dari standar kesehatan dan gizi. Salah satu demonstran membentangkan poster bertuliskan "SPPG LABUAN TAHU BANTAT JANGAN BERIKAN KE KAMI", merujuk pada temuan makanan yang dianggap tidak layak konsumsi.

 

Salah satu orator dalam aksi tersebut, Akew menyampaikan, terdapat beberapa temuan yang ditemukan di lapangan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan pengelola dapur MBG.

 

Ini penyerobotan lahan. Satu, di SPPG Caringin Labuan Mandiri. Yang kedua, ini tahu bantat Pak Camat. Apakah ini layak dimakan oleh masyarakat kita. Kita bukan menekan, kita bukan intimidasi. Kita ingin Asta Citanya Presiden, program ini berjalan dengan baik,” kata dia.

 

Mereka juga menuntut agar Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) termasuk korcam SPPG Labuan dihadirkan.

 

Para demonstran menyampaikan dokumen tuntutan resmi yang mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil langkah hukum dan administrasi.

 

Adapun poin-poin utama tuntutan mereka di antaranya pertama keadilan pekerjaan. Mewajibkan pengelola untuk memprioritaskan dan memberdayakan tenaga kerja lokal.

 

Kedua perbaikan kualitas menu. Menjamin makanan benar-benar bergizi, higienis, dan berkualitas baik, khususnya bagi ibu hamil, menyusui, dan balita.

 

“Ketiga penanganan limbah. Meminta pengelola segera memperbaiki sistem pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan. Keempat pemberdayaan UMKM. Mendorong agar bahan baku dan pendukung program bersumber dari pelaku usaha mikro lokal,” ungkapnya.

 

Baca: Segarkan Roda Pemerintahan, Bupati Pandeglang Lantik 9 Pejabat Eselon II

 

Baca: Andra Soni Siap Tindak Tegas Praktik Percaloan Tenaga Kerja

 

Selanjutnya transparansi anggaran. Menolak segala bentuk markup harga yang merugikan negara dan masyarakat.

 

Aksi ini mendapat respon langsung dari Camat dan Danramil Labuan yang hadir menemui massa dengan pengawalan pihak kepolisian dan TNI.

 

Camat Labuan, Yadi Pribadi menyatakan akan menampung aspirasi tersebut dan melaporkannya ke tingkat Kabupaten dalam hal ini Pemda Pandeglang serta dinas terkait.

 

Kami di sini bersifat sebagai pengawas. Aspirasi ini akan kami sampaikan ke pihak yang berwenang, ujar Camat di hadapan massa.

 

“Kita akan sampaikan ke dinas terkait. Kami hanya bisa menyampaikan,” sambungnya.

 

Siap kawan-kawan kalau mereka selaku pengawas kita berikan waktu terhadap ke Jilid ke-2? Siap! (suara massa). Oke kita berikan waktu,” timpal massa.

 

Aksi berakhir dengan kesepakatan bahwa pihak pengawas akan memberikan jawaban atau tindakan nyata dalam kurun waktu tiga hari ke depan. Massa mengancam akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.