Mutiara Carita Gelar dan Support Ruwat Laut dengan Melepasliarkan Tukik

Pelepasliaran tukik atau anak penyu, di Mutiara Carita Cottages, Minggu (28/06/2026).

KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Suasana meriah menyelimuti kawasan Mutiara Carita Cottages pada Minggu, 28 Juni 2026. Bertepatan dengan perayaan HUT Carita ke-48 serta gelaran tasyakuran ruwat laut, pihak manajemen bersama Pemerintah dan elemen masyarakat melakukan kegiatan konservasi berupa pelepasliaran puluhan tukik ke habitat aslinya di perairan Selat Sunda.

 

Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pelestarian ekosistem laut dengan penghormatan terhadap budaya lokal masyarakat nelayan Carita.

 

Berdasarkan pantauan, momen penuh makna ini memperlihatkan antusiasme para tamu undangan dan warga saat melepas tukik-tukik tersebut ke bibir pantai. Pelepasliaran tukik ini dilakukan pasca rangkaian acara ruwat laut oleh ribuan nelayan.

 

Owner Mutiara Carita Cottages, Boedi Mranata mengatakan,  kegiatan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dalam menjaga ekosistem pesisir.

 

“Pelepasliaran tukik ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan kekayaan laut Carita tetap terjaga bagi generasi mendatang, selaras dengan semangat ruwat laut yang kita laksanakan hari ini,” kata dia.

 

Menurut Boedi Mranata, keberadaan tukik atau anak penyu kini menjadi perhatian serius. Ia menegaskan bahwa kelestarian satwa laut yang terancam punah ini bukan hanya tanggung jawab pengelola konservasi, melainkan kewajiban semua pihak.

 

Senada dengan hal tersebut, Bupati Pandeglang, Dewi Setiani, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Menurut dia, kolaborasi antara sektor pariwisata dan pelestarian lingkungan merupakan kunci untuk memajukan wilayah Pandeglang.

 

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pariwisata tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga tanggung jawab kita bersama dalam menjaga kelestarian alam,” tuturnya.

 

Baca: Atlet Carita Akuatik Sukses Gelar Open Water Swimming

 

Baca: Ruwat Laut dan HUT Carita Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

 

Sementara itu, Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banten, Neneng Sri Hastuti Handayani, menekankan pentingnya peran nelayan dalam keberhasilan program konservasi ini.

 

“Nelayan adalah garda terdepan di laut. Partisipasi mereka dalam menjaga tukik agar tidak terganggu sangat krusial bagi keberlangsungan populasi penyu di perairan Banten,” jelas dia.

 

Acara yang berlangsung di bawah cuaca cerah tersebut diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan pariwisata Carita sekaligus meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah tersebut. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.