Ruwat Laut dan HUT Carita Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara
![]() |
| Bupati Pandeglang, Rd Dewi Setiani bersama tamu undangan dan wisatawan mancanegara, potong tumpeng dalam acara Ruwat Laut dan HUT Carita ke-48, di TPI Desa Carita, Minggu (28/06/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Kemeriahan perayaan Ruwat Laut dan HUT Carita tahun 2026 berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Carita sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia.
Diketahui, sebanyak 20 turis asing asal 5 negara mengikuti kegiatan yang digelar di area TPI Carita, pada Minggu (28/06/2026). Puluhan wisatawan mancanegara ini berasal dari lima negara yakni Australia, Amerika, Kanada, Mesir, dan India. Mereka menetap selama tiga hari tiga malam di Carita.
Berdasarkan pantauan, animo masyarakat dan wisatawan dalam ajang ini luar biasa. Rangkaian acara ruwat laut yakni lomba perahu hias, pentas seni tradisi, bazar UMKM, Beach Clean Up, dan hiburan rakyat.
Sementara giat di hari ini diantaranya sepeda santai, jalan santai, senam sehat, dan pelepasan arak-arakan ruwat laut nelayan Carita.
Bupati Pandeglang, Dewi Setiani mengatakan, kehadiran wisatawan mancanegara dalam perayaan Ruwat Laut hari ini adalah bukti bahwa tradisi dan budaya Pandeglang memiliki daya tarik global.
“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi upaya kita merawat kearifan lokal sekaligus mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat Pandeglang. Kami berkomitmen terus membenahi infrastruktur wisata agar Carita semakin ramah bagi turis internasional,” kata dia.
Ditempat sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), Effin Marlian mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut, karena filosofinya selaras dengan kebijakan ekonomi biru.
“Kami melihat potensi besar di sini untuk mengembangkan wisata bahari berbasis konservasi. Dukungan kami berikan melalui pendampingan pengelolaan wilayah pesisir agar ekosistem tetap terjaga meski kunjungan wisata terus meningkat,” ujarnya.
Baca: GAIB 212 Sambangi BGN, Desak Evaluasi MBG
Baca: 10 Muharram, 3 SPPG Gelar Santunan bagi 130 Anak Yatim
Sementara, Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC), EA Supriadi Franky menuturkan, kemeriahan event ruwat laut di Carita terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan dengan lonjakan okupansi hotel, restoran, dan tempat wisata hingga 70 persen.
Menurut dia, pemerintah harus menjadikan acara ini sebagai agenda nasional yang permanen, bukan sekadar perayaan temporer, guna mewujudkan pariwisata Carita yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Event ini bukan sekadar seremonial, tapi merupakan penggerak ekonomi yang nyata. Selama rangkaian acara dari tanggal 9 hingga 28 Juni, okupansi hotel, restoran, hingga tempat wisata kita naik hampir 70 persen. UMKM pun merasakan langsung manfaatnya,” terang dia.
Franky berharap, kegiatan tahunan tersebut bisa menjadi 'gong' acara nasional yang permanen sebagai warisan budaya leluhur demi kemajuan pariwisata Carita.
“Kita harus realistis, jika hanya nelayan yang bergerak, akan ada keterbatasan dana. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan sinergi dan campur tangan nyata dari stakeholder, pelaku pariwisata, serta pemerintah daerah, mulai dari Bupati Dewi hingga tingkat Gubernur. Ini adalah investasi budaya sekaligus ekonomi,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar