GAK Kembali Erupsi, Nelayan Diminta Tidak Beraktivitas di Radius 3 Km dari Kawah Aktif

 Foto

Informasi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Rabu (08/07/2026) pagi. Foto dan sumber data diperoleh dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG, Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, yang dikutip dari Grup WhatsApp Siaga Wisata.

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Selasa (07/07) sampai dengan Rabu (08/07) pagi. Bahkan, sampai dengan pukul 09.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terdapat 4 kali erupsi.

 

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Grup WhatsApp Siaga Wisata, pada Selasa (07/07) periode pengamatan 18.00-24.00 WIB, aktivitas GAK terpantau aktif.

 

“Kegempaan. Hembusan jumlah 14, amplitudo 5.9-11.4 mm, durasi : 20-46 detik. Tremor Harmonik jumlah 6, amplitudo 5.7-20.3 mm, durasi : 184-846 detik. Tremor Menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1-20 mm (dominan 2 mm),” tulis laporan resmi.

 

Adapun, pada Rabu (08/07) sampai pukul 09.00, erupsi GAK terekam terjadi 4 kali. Rinciannya, pukul 00:11 WIB, dimana erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ±  40 detik.

 

Kemudian, pukul 05:50 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 250 m di atas puncak (± 407 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu, coklat, hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut.

 

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 26.1 mm dan durasi ±  44 detik,” bunyi keterangan tersebut.

 

Gunung yang terletak di Lampung Selatan ini kembali erupsi pukul 07:11 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 250 m di atas puncak (± 407 m di atas permukaan laut).

 

“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 44.4 mm dan durasi ±  31 detik,” tulis keterangan resmi.

 

Baca: Andra Soni Ajak Masyarakat Bangun Generasi Qur'ani

 

Baca: Badan Geologi Tegaskan Video Erupsi Anak Krakatau yang Beredar di Medsos Hoaks

 

Selanjutnya, erupsi pada pukul 08:42 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 100 m di atas puncak (± 257 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi ±  40 detik.

 

Saat ini gunung yang berada di perairan Selat Sunda memiliki ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati GAK atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

 

Masyarakat dan instansi terkait diharapkan hanya mengacu pada kanal informasi resmi, seperti website resmi PVMBG (www.vsi.esdm.go.id), aplikasi Magma Indonesia (https://magma.esdm.go.id), serta media sosial resmi Badan Geologi. (Mudofar)

 

Sumber data yang diperoleh
KESDM, Badan Geologi, PVMBG
Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau
https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/informasi-letusan

Media Sosial PVMBG
https://linktr.ee/PVMBG

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.