Pascagempa 5,5 M di Banten, Petugas Belum Terima Laporan Kerusakan Rumah dan Korban

Warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, melakukan aktivitas pascagempa yang terjadi pada Rabu (08/07/2026) dini hari.

KRAKATAURADIO.COM, SUMUR - Pascagempa 5,5 magnitudo yang mengguncang wilayah Banten, tepatnya di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (08/07/2026) dini hari, petugas belum menerima laporan kerusakan. Sampai pukul 10.00 WIB, belum ada laporan kerusakan rumah maupun korban jiwa.

 

Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (FK KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira mengatakan, kondisi wilayah Kecamatan Sumur pascagempa terpantau masih aman dan terkendali. Hal tersebut berdasarkan laporan dari petugas KSB wilayah setempat.

 

Meski begitu, pihaknya terus melakukan monitoring dengan melibatkan relawan lainnya dan unsur kecamatan.

 

“Tetap menghimbau ke masyarakat agar tetap waspada dan anggota KSB melakukan pemantauan di wilayah masing-masing,” kata dia.

 

Sementara itu, getaran gempa juga terasa hingga Kabupaten LebakSalah satu warga Kabupaten Lebak, Purnama mengaku sempat keluar rumah ketika terjadi getaran gempa bumi. Menurut warga gempa berlangsung beberapa detik namun terasa kuat. 

 

Lumayan kuat guncangannya membuat kaget. Kami dan keluarga serta tetangga pada keluar rumah,” ujarnya.

 

Baca: GAK Kembali Erupsi, Nelayan Diminta Tidak Beraktivitas di Radius 3 Km dari Kawah Aktif

 

Baca: Andra Soni Ajak Masyarakat Bangun Generasi Qur'ani

 

Diketahui, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 02.44 WIB dengan episenter berada di laut sekitar 52 kilometer barat daya Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

 

Titik pusat gempa di Banten itu berlokasi 7.57 LS - 106.14 BT di kedalaman 4 kilometer. Gempa berada pada kedalaman 10 kilometer. BMKG juga memastikan gempa tidak memicu potensi tsunami. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.