Program Sekolah Gratis Dongkrak Penerimaan Siswa Baru SMK PGRI Pandeglang

Gubernur Banten, Andra Soni saat berkunjung ke SMK PGRI Pandeglang, Senin (20/07/2026).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Program Sekolah Gratis yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terbukti berhasil mendongkrak jumlah siswa baru di SMK PGRI Pandeglang. Sejak program ini digulirkan, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di institusi tersebut melonjak hingga tiga kali lipat.

 

Kepala Sekolah SMK PGRI Pandeglang, Lili Kholili mengatakan, pada tahun ajaran 2024/2025 sebelum program berjalan, sekolahnya hanya mampu menjaring 100 siswa baru.

 

Namun, setelah program tersebut diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026, jumlah pendaftar meningkat pesat hingga dibuka lima kelas atau rombongan belajar (rombel) dengan total 180 siswa.

 

“Bahkan tidak semua pendaftar dapat kami terima karena keterbatasan ruang kelas. Puncaknya pada tahun ajaran 2026/2027 ini, berkat adanya renovasi ruang kelas, kami siap menampung hingga delapan rombongan belajar,” kata dia saat kunjungan Gubernur Banten, Andra Soni bersama Ketua TP PKK Banten, Tinawati Andra Soni, Senin (20/07).

 

Lili menjelaskan, melalui program ini orang tua siswa kini hanya perlu memikirkan biaya seragam sekolah. Sementara seluruh biaya operasional dan uang sekolah sudah sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Banten.

 

Bantuan dana institusi swasta pun meningkat dari yang sebelumnya hanya mengandalkan SPP sebesar Rp 100.000 per siswa, kini menjadi Rp 200.000 per siswa melalui skema program tersebut.

 

“Untuk sekolah swasta, dana ini dialokasikan untuk komponen gaji guru, kegiatan siswa, serta pemeliharaan bangunan gedung,” jelasnya.

 

Baca: PAC GP Ansor Majasari Perkuat Sinergi dalam Khidmah Keumatan

 

Baca: Wagub Dimyati Resmikan Kantor Pusat Bank ABS di Pandeglang, Ingatkan Kolaborasi

 

Saat ini, sekolah tersebut memiliki total 512 siswa yang terbagi ke dalam empat kompetensi keahlian, yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP), Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Teknik Bengkel Sepeda Motor (TBSM).

 

Gubernur Banten, Andra Soni berharap tidak ada lagi anak di Banten yang putus sekolah atau terhambat masa depannya karena kendala biaya.

 

“Saya sejak SD, SMP, hingga SMA pernah merasakan terlambat membayar uang sekolah dan dipanggil ke ruang TU. Kekhawatiran tidak boleh ikut ulangan atau ijazah ditahan inilah yang menjadi dorongan kuat bagi saya untuk meluncurkan program sekolah gratis di Provinsi Banten,” ucap dia.

 

Andra berpesan agar para siswa memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar sungguh-sungguh, menghormati guru, dan menjaga nama baik sekolah. Ia juga menegaskan agar para siswa menghindari aksi tawuran dan bijak dalam menggunakan media sosial.

 

Di akhir kunjungannya, Andra juga menitipkan pesan kepada para guru agar mengelola anggaran program ini secara transparan dan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku.

 

Seiring bertambahnya jumlah siswa, fasilitas penunjang belajar juga harus terus ditingkatkan guna mencetak generasi muda yang tangguh, kreatif, dan adaptif dalam memecahkan masalah. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.