Jawara Cup 1 Dewa United Diikuti 32 Tim, Jadi Ajang Cari Bibit Sepak Bola Banten


LEBAK —
Kompetisi sepak bola Jawara Cup 1 Dewa United resmi bergulir di Kabupaten Lebak, Banten. Turnamen ini menjadi salah satu wadah bagi pemain muda dan klub-klub daerah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang lahirnya talenta sepak bola baru dari Banten.

Kompetisi tersebut dibuka Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah di Stadion Desa Maja, Kabupaten Lebak, Minggu (23/8/2026).

Jawara Cup 1 yang digelar Persatuan Suporter Anak Dewa (PSAD) diikuti sebanyak 32 tim. Pertandingan menggunakan sistem gugur dan dijadwalkan berlangsung selama sekitar satu bulan.

Dalam pembukaan turnamen, Achmad Dimyati menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.

Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar di tingkat daerah akan semakin besar pula peluang munculnya pemain-pemain potensial yang nantinya dapat berkembang menjadi atlet profesional.

“Kompetisi itu penting untuk melahirkan pemain sepak bola berprestasi,” ujarnya.

Ia juga menilai pembinaan sejak usia dini harus menjadi perhatian. Pemain muda perlu mendapatkan pelatihan secara berkelanjutan agar memiliki kemampuan teknik, mental bertanding dan pemahaman permainan yang baik.

Jawara Cup 1 juga diharapkan mampu mendekatkan klub Dewa United dengan masyarakat Banten, termasuk masyarakat di wilayah pedesaan.

Ketua PSAD M. Gun Ajudan mengatakan, turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Dewa United lebih dekat kepada masyarakat Banten.

Selain menjadi ajang kompetisi, Jawara Cup 1 juga menawarkan hadiah bagi para peserta. Juara pertama akan mendapatkan hadiah sebesar Rp30 juta, sedangkan juara kedua memperoleh Rp20 juta.

Dengan hadirnya kompetisi seperti ini, pembinaan sepak bola di tingkat akar rumput diharapkan semakin berkembang dan mampu menghasilkan pemain-pemain berkualitas yang dapat membawa nama Banten ke tingkat nasional.

Sumber: Pemprov Banten/RRI

FOTO: Pembukaan Jawara Cup 1 Dewa United di Kabupaten Lebak. Foto: Protokol Pemprov Banten.

Diberdayakan oleh Blogger.