Ribuan Siswa dan Warga Ikuti Lomba Gerak Jalan

Lomba gerak jalan tingkat SLTA dan umum, di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (06/08/2026).

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) tingkat Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, menyelenggarakan kegiatan lomba gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini diikuti ribuan siswa sampai warga dilaksanakan selama dua hari, dari Rabu hingga Kamis (5-6 Agustus 2026).

 

Koordinator Lomba Gerak Jalan PHBN Kecamatan Labuan, Jupri mengatakan, antusiasme peserta terbagi ke dalam beberapa kategori, baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), maupun kategori umum.

 

“Tujuan kegiatan ini selain memperingati HUT ke-81 RI, kemudian juga sebagai ajang silaturahmi dan agar tubuh kita sehat,” kata dia.

 

Pria yang juga Ketua PGRI Labuan ini menerangkan, jumlah peserta gerak jalan tingkat SD mencapai 46 grup, SLTP 33 grup. Sementara tingkat SLTA tercatat kurang lebih 18 grup, dan kategori umum mencapai 74 grup.

 

Meski demikian, pihaknya mencatat adanya sedikit penurunan jumlah peserta jika dibandingkan dengan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. Berdasarkan evaluasi sementara, penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya penyesuaian anggaran di tingkat desa.

 

“Masyarakat minta ke desa sementara desa anggarannya tidak ada, pemangkasan. Ini berpengaruh,” ujarnya.

 

Baca: Perjuangan Pedagang Bendera Musiman di Tengah Gempuran Pasar Online

 

Baca: BKC Labuan Siap Ikuti International Open Senkaido Karate Championship 2026

 

Dari sisi pengamanan, pihak panitia menggandeng unsur lintas sektoral mulai dari kepolisian, jajaran Koramil, Linmas, hingga Satpol PP untuk memastikan kelancaran acara.

 

Sementara salah satu peserta dari kategori umum, Ali Rohim mengaku setiap tahun selalu mengikuti lomba gerak jalan atau baris berbaris. Namun pada tahun ini partisipasi peserta mengalami penurunan.

 

“Di kampung ikut 1 grup, ibu-ibu. Biasanya pemuda juga ikut tapi kali ini enggak ikutan,” ucap dia.

 

Meski begitu, ia menyampaikan beberapa evaluasi terkait kemacetan dan hilir mudik kendaraan besar yang diharapkan dapat diurai pada tahun berikutnya.

 

“Walaupun panas-panasan tapi untuk memperingat bulan kemerdekaan kami selalu berpartisipasi. Mudah-mudahan kedepannya panitia dapat lebih mengurai kemacetan di jalan,” ungkapnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.