Update Kekeringan, BPBDPK Salurkan 361.000 Liter Air Bersih ke 16 Kecamatan Terdampak
![]() |
| Data kekeringan akibat musim kemarau. |
KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Krisis air bersih kini telah melanda 16 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan data, hingga periode 25 Agustus 2026, tercatat sebanyak 361.000 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang terus mengintensifkan upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan akibat fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana BPBDPK Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, berdasarkan data sementara pendistribusian air bersih yang berlangsung dari tanggal 13 Juni hingga 25 Agustus 2026, krisis air bersih akibat kekeringan ini telah meluas ke berbagai wilayah.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi selama masa kekeringan,” kata dia.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBDPK Pandeglang, Lilis Sulistiati merinci dampak kekeringan ini mencakup skala yang cukup luas di Kabupaten Pandeglang.
Berdasarkan data tersebut, distribusi air bersih telah menjangkau 46 desa di 16 Kecamatan. Adapun jumlah jiwa terdampak sebanyak 28.467 dari 7.903 Kepala Keluarga (KK).
Adapun ke-16 kecamatan yang terdampak dan menjadi sasaran pendistribusian meliputi Kecamatan Cadasari, Pandeglang, Karangtanjung, Majasari, Patia, Picung, Sindangresmi, Munjul, Angsana, Cikeusik, Sukaresmi, Panimbang, Sobang, Cigeulis, Cisata, dan Koroncong.
Baca: Rizki Natakusumah Susur Sungai dan Bersihkan Sampah di Labuan
Baca: Ini Perkembangan Penanganan Dugaan Ledakan Bom Ikan di Panimbang
BPBDPK Pandeglang mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menggunakan air dengan bijak karena setiap tetes sangat berarti bagi sesama.
“Bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, diimbau untuk segera melaporkannya kepada pemerintah desa atau langsung melalui call center darurat di nomor 08111-383-112,” ujarnya. (Mudofar)
