Andra Soni Minta Operasi SAR Dipertimbangkan untuk Diperpanjang

Gubernur Banten, Andra Soni berbincang dengan Kepala Basarnas Banten, Al Amrad di Posko SAR gabungan, di dermaga Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu (13/09/2026) malam.

KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Gubernur Banten, Andra Soni meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mempertimbangkan perpanjangan operasi pencarian kapal rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Permintaan ini diajukan jika lima jurnalis dan tiga kru kapal belum ditemukan hingga batas waktu standar pencarian pada hari ketujuh.

 

Hal tersebut disampaikannya usai mendengarkan pemaparan perkembangan operasi dari tim di posko SAR gabungan di dermaga Marina, Carita, Pandeglang.

 

“Saya selaku Gubernur Banten berharap kepada Basarnas, sebagai pemimpin operasi ini, agar kiranya dapat mempertimbangkan harapan-harapan keluarga dan melihat beberapa potensi temuan hari ini,” kata dia, Minggu (13/09) malam.

 

Usai memantau perkembangan di posko, Andra menemui keluarga lima jurnalis, di Hotel Paniisan, Carita. Dalam pertemuan yang penuh haru tersebut, pihak keluarga meminta agar penyisiran juga difokuskan ke wilayah Pulau Sebesi dan memohon agar pencarian tidak dihentikan pada hari ketujuh.

 

Andra menyatakan akan segera mengoordinasikan harapan keluarga tersebut dengan tim SAR. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi akan terus memberikan dukungan maksimal terhadap operasi kemanusiaan ini, termasuk menjamin dan memantau kondisi kesehatan para keluarga korban di lokasi.

 

“Kami tetap berharap dan memohon doa agar para jurnalis dan kru kapal bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tuturnya.

 

Baca: Polda Banten Pastikan Tiga Jenis Barang Temuan Hari ke-5 Bukan Milik Kapal Rombongan Jurnalis

 

Baca: Hari ke-6 Pencarian Rombongan Jurnalis, 5 Delegasi PWI Banten Ikut SAR Gabungan

 

Sementara Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad menjelaskan, operasi pencarian pada hari keenam pada Minggu (13/09), telah mengerahkan 14 unit armada.

 

Unsur tersebut meliputi tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) dan satu Kapal Angkatan Laut (KAL) dari TNI AL, tiga kapal patroli (KP) Polairud, tiga Kapal Negara (KN) SAR dari Basarnas Banten, Lampung, dan Jakarta, dua perahu karet rigid inflatable boat (RIB) Basarnas, serta dua kapal milik masyarakat.

 

Dalam penyisiran di sejumlah sektor perairan Selat Sunda, tim SAR gabungan berhasil menemukan beberapa material, di antaranya dua jaket pelampung (life jacket), dua terpal, dan satu galon di lokasi yang berbeda. Namun, seluruh temuan tersebut masih dalam proses identifikasi.

 

“Beberapa ada yang menemukan material, namun material ini belum terkonfirmasi apakah merupakan bagian dari kapal yang dimaksud,” ujarnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan kapal cepat dan delapan penumpangnya masih belum diketahui. Pada hari Senin (14/09/2026), operasi SAR memasuki hari ketujuh.

 

Basarnas Banten dijadwalkan melakukan evaluasi menyeluruh dengan melibatkan seluruh instansi terkait, termasuk TNI, Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pemerintah Daerah guna menentukan kelanjutan pencarian. (Mudofar)

Diberdayakan oleh Blogger.