Nol Kasus Kekerasan dan Bebas Rentenir, Desa Gerendong Jadi Percontohan

Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, ditetapkan sebagai Desa Ramah Perempuan dan Anak.

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, ditetapkan sebagai Desa Ramah Perempuan dan Anak sejak 2021 berdasarkan Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Nomor 70 Tahun 2021.

 

​Sejak saat itu, pembangunan di Desa Gerendong difokuskan pada pemenuhan indikator administratif serta program perlindungan perempuan dan anak.

 

Kepala Desa Gerendong, Ramdoni mengatakan, Desanya juga menjalankan program pemberdayaan wirausaha, hingga pencegahan kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

 

“Angka pernikahan anak menurun, kekerasan terhadap perempuan dan anak nol, serta partisipasi perempuan dalam pembangunan desa meningkat. Kemandirian kelompok juga bertumbuh melalui pelatihan wirausaha dan UMKM,” kata dia.

 

Ia menambahkan, berbagai kegiatan yang melibatkan perempuan dan anak terus digencarkan.

 

“Kegiatan tersebut meliputi kampanye setop kekerasan terhadap perempuan dan anak, gerakan Magrib Mengaji, sekolah lansia, pelatihan ekonomi kreatif dan kewirausahaan, tata boga, sosialisasi hak anak, posyandu, pembinaan remaja, hingga pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT),” ujarnya.

 

Baca: Hallonews Gelar Aksi Sosial, Tanam Pohon, Bansos hingga Pengobatan Gratis

 

Baca: Wabup Iing Ajak Generasi Muda Bangun Pandeglang

 

Menanggapi hal ini, Ketua Tim Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Banten, Irna Narulita, mendorong seluruh desa di Kabupaten Pandeglang agar lebih maju dan berdaya dengan menitikberatkan pada ketahanan keluarga serta pengembangan potensi lokal.

 

Menurut Irna, program di Desa Gerendong telah menunjukkan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Warga menjadi lebih berdaya, potensi lokal dikembangkan dengan baik, dan ketahanan keluarga semakin kuat. Selain itu, desa ini memiliki sistem keuangan mandiri sehingga masyarakatnya terbebas dari jerat rentenir.

 

“Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di desa ini nol. Ini sebuah prestasi luar biasa yang harus dicontoh oleh desa-desa lain di Kabupaten Pandeglang,” ucap dia.

 

Irna juga mengapresiasi program Magrib Mengaji yang berjalan di desa tersebut. Program ini dinilai sangat baik sebagai pembekalan ajaran agama kepada anak-anak sejak usia dini, sehingga pemahaman spiritual mereka semakin kuat saat dewasa.

 

​“Yang pasti, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat luas,” imbuhnya. (Mudofar)

Diberdayakan oleh Blogger.