» » Soal Style Rambut Man Bun, Pasha Angkat Bicara

Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu, Pasha yang kini menjadi Wakil Wali Kota Palu menjadi sorotan karena style rambutnya saat tampil dalam acara Tompi & Glenn. Pasalnya, model man bun yang dipilih Pasha dianggap tidak sopan.
Pasha pun memberikan statement-nya lewat NARASI.TV, tempat ditayangkannya acara Tompi & Glenn. Dalam pernyataan yang diungkapkan oleh personel UNGUtersebut, ia menilai kalau tidak bermaksud dandan nyeleneh.
"Terima kasi atas perhatian saudara-saudaraku, rekan-rekan, masyarakat di seluruh Indonesia terkait rambut saya yang terlihat dan dianggap "nyeleneh", serta kurang tepat sebagai kepala daerah dalam acara Tompi & Glenn. Prinsipnya, saya sangat menerima masukan dan kritik yang ditujukan kepada saya," ungkap pria bernama asli Sigit Purnomo tersebut.
Ia melanjutkan, "Namun tanpa bermaksud membela diri atau melakukan pembenaran secara subjektif, perlu saya informasikan bahwa yang mengikat saya dalam pelaksanaan daerah ada dua hal: (1) aturan (2) etika. Secara aturan, tidak ada poin-poin tertentu yang mengatur tentang bagaimana tatanan rambut seorang kepala daerah. Secara etika, saya tidak merasa melanggar etika karena saya merasa tampil dengan rapi. Walaupun memang kondisinya rambut saya ikat, itu pun tujuannya agar terlihat rapi karena rambut saya agak sedikit panjang."
Pasha menjelaskan kalau tema acara dalam Tompi & Glenn ini merupakan Pejabat/Kepala Daerah yang berasal dari musisi. Ia pun memilih mengikat rambutnya agar terlihat rapi dan tetap menjaga etika. Pasha juga mengaku tidak bermaksud pamer atau memberikan kesan nyeleneh.
"Sekali lagi tidak ada maksud untuk memberikan kesan kurang sopan dan nyeleneh. Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang sudah memberikan komentar. InsyaAllah saya jadi pribadi lebih baik lagi... Salam hormat, Sigit Purnomo Said/Pasha - Wakil Wali Kota Palu," tutup Pasha.

About 93.7 Krakatau Radio

Terimakasih telah berkunjung di Krakatau Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply