PLTU Banten 2 Labuan Salurkan Bantuan MCK dan Pembangunan Biodigester

General Manager (GM) PT Indonesia Power UJP Banten 2 Labuan, Zuhdi Rahmanto (tengah) seusai meresmikan bantuan fasilitas umum air bersih dan MCK di Kampung Muara, Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Jumat (02/08/2019).
KRAKATAURADIO.COM, PAGELARAN - PT Indonesia Power (IP) UJP Banten 2 Labuan memberikan bantuan sarana sumber air bersih dan Mandi Cuci Kakus (MCK) di Desa Margagiri dan Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran. Selain itu, PLTU juga menyediakan pembangunan Biodigester di kelompok peternak kerbau Desa Margasana.

General Manager (GM) IP UJP PLTU Banten 2 Labuan, Zuhdi Rahmanto mengatakan, bantuan tersebut sebagai wujud komitment PT IP dalam implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) melalui program InPower-Care bakti pelayanan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat.

“Bantuan ini sebetulnya program CSR tapi diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat khususnya untuk masyarakat sekitar PLTU jadi program ini tidak hanya bersifat untuk pemberian tapi pemberdayaan dan peningkatan ekonomi,” ujarnya ditemui usai meresmikan bantuan MCK, di Kampung Muara yang merupakan perbatasan antara Desa Margasana dengan Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Jumat (02/08).


Selain memberikan bantuan sarana air bersih dan MCK, terang dia, PLTU juga memberikan bantuan berupa revitalisasi kandang dan pembuatan reaktor biodigester agar pengelolaan kotoran kerbau yang selama ini belum termanfaatkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selain dapat dimanfaatkan menjadi biogas yang dapat digunakan untuk memasak, hasil kotoran kerbau juga dapat dijadikan pupuk organik cair berupa bio slurry atau rumah energi.

“Kita lihat potensi disini tuh ada ternak kerbau yang selama ini digembalakan. Kita berinisiatif untuk membuat kandangnya dan kandangnya itu yang selama ini mungkin kotorannya terbuang makanya tapi kita berinisiatif untuk dimanfaatkan untuk sumber energi bersih. Itu juga diproses melalui biodigester,” paparnya.

Kedepan, pihaknya akan membuat kelompok masyarakat yang menjadi pengrajin tanaman melinjo agar hasil dari kerajinan olahan masyarakat tersebut dapat dipasarkan dan meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat setempat.

“Kita selaraskan. Jadi ada sumber energi untuk memasak melinjo dan petani dan pengrajin empingnya sendiri juga kita bina untuk bisa meningkatkan ekonominya,” pungkasnya.


Ditempat yang sama, Kepala Desa Margagiri, Imanudin mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai peternak dan pengrajin melinjo.

Hal yang sama dikatakan Ari selaku Sekretaris Desa Margagiri. Ia berharap tingkat perekonomian masyarakat dapat meningkat dengan adanya bantuan tersebut.

“Memang banyak juga masyarakat kami ingin sekali adanya pendistribusian emping. Berkat bantuan dari PLTU sekarang masyarakat lebih bisa meningkatkan ekonomi,” katanya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.