Hadapi Potensi Krisis Ekonomi, Kesbangpol Pandeglang Gelar Diseminasi Ketahanan Ekonomi

Acara desiminasi ketahanan ekonomi yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pandeglang.

KRAKATAURADIO.COM, MANDALAWANGI - Salah satu sektor yang dianggap mampu menjadi kunci menghadapi terpaan krisis ekonomi diantaranya industri pangan. Ketersediaan pangan yang dapat dijangkau berbagai pihak dinilai mampu ikut menjaga stabilitas ekonomi. Untuk itu, pemerintah daerah (Pemda) Pandeglang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar diseminasi ketahanan ekonomi.

 

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Organisasi Kemasyarakatan (Kesba Ormas) Kesbangpol Pandeglang, Mia Maulani Rizki mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mendorong ketahanan pangan melalui berbagai strategi dan kebijakan.

 

Menurut dia, ketahanan ekonomi merupakan salah satu pilar utama masyarakat dalam menciptakan daerah yang kondusif dan berdaya. Karenanya, diperlukan penyiapan dan pemahaman yang mendalam dari semua stakeholder sehingga masyarakat siap menghadapi gejolak ekonomi dunia yang kian tidak menentu.

 

“Dari hasil diskusi dengan masyarakat dan pemerintahan desa, mereka meyakini dampak resesi ekonomi dunia, jika itu benar terjadi, tidak akan menimbulkan kerawanan pangan di desa mereka. Menurut masyarakat, yang perlu diwaspadai, adalah dampak PHK, sehingga di desa muncul pengangguran,” kata dia membuka acara di Kecamatan Mandalawangi, Rabu, (28/12).

 

Ia menerangkan, kegiatan ini melibatkan 100 warga yang ada di Kecamatan Mekarjaya dan Mandalawangi.

 

Diharapkan dalam kegiatan tersebut, masyarakat sudah siap menghadapi gejolak ekonomi, apalagi pertanian merupakan sektor yang menjadi sumber penghasilan.

 

Baca: Kunjungi Kantor Balawista, Ditpamobvit Polda Banten Pastikan Keamanan Situasi di Pantai

 

Baca: Di Cikedal, Warga Didoakan Miskin 7 Turunan Jika Buang Sampah Sembarangan

 

Ditempat sama, Pasi Intel Kodim Pandeglang, Lettu Inf. Mumung mengungkapkan, perjuangan dan penjajahan di era modern ini tidak lagi dilakukan melalui cara lama, namun melalui teknologi.

 

Kata dia, pengaruh-pengaruh ini gencar disebarkan melalui media sosial yang kini banyak disukai masyarakat, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

 

“Untuk mengusai suatu negara, banyak yang melakukan melalui 3F, fashion atau pakaian, food atau makanan dan film atau tontonan. Lihat saja pengaruh Korea di negara kita. Banyak masyarakat terutama anak-anak muda, yang berpakaian ke-korea-korean, hingga ibu-ibu yang menggandrungi drakor (drama Korea-red),” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.