Sudah 24 Kecamatan Terdampak, Pemkab Pandeglang Belum Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta saat rakor bersama jajaran BPBDPK, Senin (18/09/2023).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, belum menetapkan status darurat bencana kekeringan. Hingga pekan kedua September 2023, kekeringan sudah meluas di 24 Kecamatan dari sebelumnya hanya 9 Kecamatan.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengaku dampak fenomena El Nino sangat dirasakan oleh masyarakat diantaranya kekurangan air bersih. Namun untuk menetapkan status kedaruratan, kata dia, Pemkab tak ingin sembarangan.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK), Kabupaten Pandeglang akan menurunkan tim verifikasi lapangan terkait kelangkaan air bersih sebelum ditetapkan status kedaruratan.

 

“Kurang lebih sudah 24 kecamatan melakukan permohonan air bersih dan itu sudah dipenuhi oleh BPBDPK. Tapi untuk menetapkan kedaruratan kami akan menurunkan tim verifikasi segera sehingga dapat mengambil langkah selanjutnya,” kata dia usai melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama BPBDPK, Senin (18/09).

 

Menurut dia, hasil dari verifikasi tersebut, Pemkab akan menentukan kebijakan selanjutnya yang dapat diambil.

 

“Kekeringan yang sangat luar biasa hari ini pun menyepakati ada tim verifikasi ke lapangan untuk melakukan assessment, setelah itu baru bisa kita tetapkan,” ujarnya.

 

Baca: Bantuan Alsintan kepada 37 Poktan Diharapkan Dukung Percepatan Pengolahan Lahan

 

Baca: Pembangunan Drainase Pasar Baru Labuan Timbulkan Kemacetan, Pedagang Tidak Keberatan

 

Fahmi menambahkan, lembaga pemerintah, swasta, dan relawan diharapkan dapat menyeragamkan data informasi pada saat memberikan bantuan air bersih. Hal ini untuk membantu langkah ke depan.

 

“Nanti bisa terdata mana yang sudah dan belum terpenuhi air besih sehingga lebih merata dan datanya akurat,” tutur dia.

 

Sementara Kepala BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Atang Suhana mengatakan, berdasarkan data laporan permohonan air bersih hingga saat ini kurang lebih 24 Kecamatan, 84 Desa dengan jumlah 17.040 Kepala Keluarga (KK).

 

“Ada 3 kecamatan dan 12 desa yang belum tersalurkan dan air bersih yang sudah kami distribusikan kurang lebih 763.500 liter air,” ucap dia.

 

Dari hasil Rakor yang dilaksanakan, lanjutnya, Pemda akan berupaya semaksimal mungkin dalam menangani persoalan kekeringan, terutama kebutuhan air bersih. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.