56 Anak Alami Stunting, Kelurahan Pagerbatu Jadi Lokus PKK Pusat

Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama Sekda Banten, Virgojanti dan TP PKK pusat, saat di Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Senin (09/10/2023).

KRAKATAURADIO.COM, MAJASARI - Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, menjadi lokus stunting bersama dengan 10 Desa/Kelurahan lainnya di Pandeglang. Selama tiga bulan ke depan 10 wilayah tersebut akan mendapat intervensi khusus dalam pengentasan stunting.

 

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, di Kelurahan Pagerbatu terdapat 56 anak mengalami stunting dan 19 anak yang kekurangan gizi. Hal itu diungkapkannya saat menerima kunjungan rombongan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) pemerintah pusat ke Kelurahan Pagerbatu, Senin (09/10).

 

“Ini bantuan hampir setengah miliar diberikan makanan yang cukup bagi 56 anak stunting dan 19 anak yang gizinya kurang selama 3 bulan berturut-turut, sehari makan siang dan makan sore. Ini luar biasa,” kata dia.

 

Ia menerangkan, prevalensi stunting Pandeglang pada tahun 2023 di angka 24 persen. Pada tahun 2024 diharapkan dapat turun dan bisa mengejar target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2025.

 

“Dengan semua unsur mulai pemerintah, akademisi, badan dan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas dan media massa berkolaborasi serta berkomitmen untuk mencapai tujuan yang sama menyelesaikan kasus stunting,” ujarnya.

 

Menurut Irna, pada tahun lalu penurunan angka stunting hingga mencapai 8,5 persen merupakan hasil kerja dari seluruh pihak. Ia menegaskan, persoalan stunting bukan hanya merupakan tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes) semata, melainkan kerja secara menyeluruh dengan membuat program.

 

Sosialisasi dan edukasi yang gencar juga menjadi catatan, karena persoalan stunting bukan karena disebabkan faktor ekonomi saja.

 

“Mana kegiatan produktif untuk meningkatkan ekonomi keluarga, karena di bawah garis kemiskinan banyak salah satunya tapi ada juga yang kurang edukasi. Ekonominya cukup anaknya stunting, karena apa tadi pola asuh, pola makan yang tidak sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan,” terangnya.

 

Baca: Kebakaran Kembali Terjadi di Pandeglang, Kali Ini Rumah di Mandalawangi Rata dengan Tanah

 

Baca: Warga Mohon Bersabar, Tol Serang-Panimbang Belum Rampung 2024, Ini Alasannya

 

Ditempat sama, ketua bidang kesehatan keluarga dan lingkungan TPP PKK pusat, Nana Safriati Safrizal mengatakan, kunjungannya ke Pandeglang dalam rangka pemberian makanan tambahan bagi balita stunting yang ada di Pandeglang.

 

“Tadi sudah kami mulai makanan perdana untuk 75 anak. Kami tidak hanya sosialisasi tapi turun langsung, pemberian makanan ini akan berlangsung selama 3 bulan ke depan," katanya.

 

Ia menerangkan, stunting menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah yang harus didukung oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui gerakan yang dilaksanakan tim penggerak PKK.

 

“Seribu hari pertama dalam kehidupan adalah masa-masa yang sangat penting untuk anak-anak kita sehat. Jika anak tidak mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi pada periode ini maka akan terjadilah stunting,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.