Menganggur Akibat Arus Kencang, Nelayan di Labuan: Bukan Paceklik Lagi, Sudah Menjerit

Perahu nelayan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Nelayan yang ada di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, tengah merasakan kondisi paceklik. Hal ini lantaran nelayan tidak pergi melaut karena arus kencang di laut. Alhasil, nelayan terpaksa menganggur.

 

Salah satu nelayan Desa Teluk, Amirudin mengatakan, kondisi kencangnya arus laut ini sudah dirasakan selama beberapa minggu terakhir. Menurut dia, saat ini perahu nelayan belum berani keluar mencari ikan dikarenakan pengaruh bulan dan arus.

 

“Bukan paceklik lagi, tapi udah parah, sudah menjerit. Arusnya terlalu kenceng sehingga penghasilan tidak ada. Kondisi ini sudah sebulan ya. Terakhir ke laut ke Liwungan, kondisinya sama di Lampung juga, rata,” kata dia, Selasa (14/11).

 

Menurut dia, jika nelayan memaksakan mencari ikan, mereka harus pergi merantau ke wilayah yang lebih jauh, yakni ke Kronjo, Tangerang. Namun hal itu pun menuai risiko besar karena biaya operasional yang tinggi dan belum tentu menghasilkan ikan.

 

Untuk berangkat menangkap ikan, lanjutnya, nelayan harus mengeluarkan biaya operasional minimal Rp 1,5 juta yang mencakup bahan bakar, beras, mie, rokok dan kebutuhan lainnya selama berada di laut.

 

“Paling kalau mau dapat harus merantau kemana gitu, seumpamanya babang ke Kronjo, itu pun kalau ada. Sekarang kan di Kronjo belum ada otomatis stay dulu disini,” terangnya.

 

Baca: Maxim Resmi ‘Mengaspal’ di Pandeglang, Warga Bisa Jadi Driver

 

Baca: Bawaslu Pandeglang Ingatkan Caleg Jangan Curi Start Kampanye

 

Ia menambahkan, dengan kondisi arus laut yang dinilai terlalu kencang, maka nelayan menganggur. Mereka hanya melakukan perbaikan kapal untuk persiapan redanya arus laut di kemudian hari.

 

“Paling ngeberesin jaring, ngeberesin apa aja daripada nganggur sambil cari informasi yang lagi hasil dimana, baru kita kejar kesana,” tutur dia.

 

Nelayan lainnya, Anwar Sanusi mengaku sudah beberapa minggu ini ia tidak berani melaut lantaran arus deras di laut sangat buruk. Untuk mengisi waktu sengang, nelayan hanya memperbaiki perahu yang selama ini digunakannya melaut.

 

Ia juga mengeluhkan bantuan dari pemerintah untuk nelayan terutama di saat masa paceklik. Menurut dia, bantuan tidak pernah nyampe ke nelayan. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.