Bangun Ruas Jalan Sumur-Tamanjaya, Pemrov Banten Anggarkan Rp 87 Miliar

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar bersama Asda Ekbang Setda Pandeglang, Nuriah meninjau ruas jalan Sumur-Tamanjaya yang akan dimulai pembangunannya, Selasa (05/03/2024).

KRAKATAURADIO.COM, SUMUR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai melakukan pembangunan ruas jalan Sumur-Tamanjaya, Kabupaten Pandeglang. Hal ini ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama, di Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Selasa (05/03/2024).

 

Diketahui, ruas jalan Sumur-Tamanjaya saat ini sudah merupakan kewenangan Pemprov Banten karena telah dinaikan statusnya.

 

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, tujuan dari pembangunan infrastruktur jalan karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Dengan jalan yang bagus semua akan mudah, ekonomi akan bangkit, pertanian akan maju, pendidikan akan berkembang,” kata dia.

 

Menurut Al, tujuan dari berdirinya Provinsi Banten yaitu agar masyarakat lebih sejahtera. Hal itu, lanjutnya, merupakan cita-cita para pendiri Banten terdahulu.

 

“Keinginan mereka ingin mempercepat kesejahteraan masyarakat. Saat ini usia Banten sudah hampir 24 tahun, Banten harus maju,” ujarnya.

 

Baca: Ribuan Anggota GRIB Jaya Deklarasi Dukung Dimyati Natakusumah Maju Pilgub Banten

 

Baca: Berlangsung hingga 17 Maret, Ini Target Operasi Keselamatan 2024 di Pandeglang

 

Ia menerangkan, ruas jalan Sumur-Tamanjaya yang akan dibangun sepanjang 13 kilometer (km) dengan anggaran sebesar Rp 87,86 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten.

 

“Jalan Sumur-Tamanjaya akan kita selesaikan tahun ini dan menjadi prioritas utama dalam penanganan jalan di Provinsi Banten. Kontrak sudah selesai akan dikerjakan oleh PT Ris Putra Delta,” imbuh dia.

 

Sementara Asisten Daerah (Asda) Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pandeglang, Nuriah meyakini dengan dibangunnya ruas jalan di Pandeglang selatan ini akan memberikan kemudahan dalam aksesibilitas dan perkembangan ekonomi masyarakat.

 

Kata dia, sebelum statusnya dinaikan menjadi kewenangan Provinsi, jalan tersebut sudah terbangun sepanjang 8 km oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Menurut dia, pembangunan ruas jalan ini sangat penting untuk mendukung Geopark Ujung Kulon yang segera ditetapkan pada bulan April.

 

“Saat destinasi wisata bangkit, ekonomi masyarakat akan bangkit, ditambah aksesibilitas akan lebih cepat,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.