Tergerus Air Hujan, Tembok Penahan Tanah Daerah Irigasi Cimoyan Jebol

Tembok Penahan Tanah (TPT) di daerah irigasi Cimoyan, Desa Ciherang, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, jebol beberapa waktu lalu.

KRAKATAURADIO.COM, PICUNG - Bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) pada proyek Bendung Daerah Irigasi (DI) Cimoyan di Desa Ciherang, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, jebol tergerus air hujan beberapa waktu lalu.

 

Jebolnya TPT ini menjadi perhatian sejumlah pihak yang menganggap pembangunannya kurang maksimal. Salah satu aktivis Pandeglang, Tb Aujani mengatakan, proyek tersebut baru selesai dibangun pihak kontraktor dari PT Legend Bukit Konstruksi. Namun dengan jebolnya TPT, ia mempertanyakan kualitas pembangunannya.

 

“Kami menilai kualitas bangunan pada proyek Bendung DI Cimoyan itu kurang maksimal, karena baru dilanda hujan saja sudah jebol,” kata dia.

 

Menurut dia, bangunan TPT pada proyek DI Cimoyan hanya menumpang pada atas dasar tanah lumpur, dan model dinding rumahan tegak lurus.

 

“Harusnya perlu menggunakan TPT sistem Gravity Wall (segitiga) yang diperkuat menggunakan cerucuk supaya mampu menahan tekanan gravitasi tanah longsor ataupun sungai pasang,” ujarnya.

 

Baca: Mayat Laki-laki Ditemukan Mengambang di Area Muara Pantai Laba, Diduga Warga Sobang

 

Baca: Emak-Emak di Cikedal Serbu Beras Murah SPHP Rp 53 Ribu per 5 Kg

 

Selain itu, pihaknya juga menduga bahwa alat uji CBR pada tanah tersebut tidak dilakukan oleh pihak perencana. Artinya tidak tepat apabila pasangan TPT di tanah basah menggunakan dinding model rumahan atau tegak lurus.

 

Tanah di lokasi bendungan itu sudah pasti kultur tanahnya basah jadi mudah longsor. Maka harusnya bangunan TPT jangan tegak lurus supaya ada kekuatan,” tutur dia.

 

Sementara dalam menangani TPT yang jebol ini, pihak kontraktor dari PT Legend Bukit Konstruksi masih menunggu cuaca bagus. Salah seorang pelaksana proyek PT Legend Bukit Konstruksi, Tedi Heryadi mengatakan, akan memperbaiki di masa pemeliharaan.

 

“Iya, menunggu cuacanya mendukung, karena sekarang masih hujan karena,” ungkap dia.

 

Tedi menjelaskan, bangunan TPT yang jebol sepanjang kurang lebih 10 meter.

 

“Beberapa hari terakhir ini cuaca cukup ekstrem jadi mengakibatkan sebagian bangunan DI Cimoyan jebol,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.